DetikNews
Jumat 23 Maret 2018, 09:04 WIB

Kenapa Polisi Belum Panggil Ali Pemilik Uang Mainan Rp 4,5 M?

Adhar Muttaqin - detikNews
Kenapa Polisi Belum Panggil Ali Pemilik Uang Mainan Rp 4,5 M? Uang mainan dihitung polisi, Kamis (22/3). (Foto: Adhar Muttaqin/detikcom)
Tulungagung - Mujiono, warga Desa Pulosari, Kecamatan Ngunut, Tulungagung, menyebut nama Ali dalam kasus uang mainan Rp 4,5 miliar yang disetor ke bank. Sosok Ali memang ada. Dia tinggal di Blitar. Keluarga membenarkan dia berhubungan dengan Mujiono. Kenapa polisi tak segera mengkonfirmasi?

"Rencana ada. Pelaksanaan belum," kata Kasatreskrim Polres Tulungagung AKP Mustijat Priyambodo kepada detikcom, Jumat (23/3/2018).

Mustijat tak menjelaskan alasan. Namun sebelumnya, Kamis (22/3), dia menyebut polisi masih fokus pada pengumpulan barang bukti. Karena itulah uang dihitung.

Penghitungan uang melibatkan karyawan bank. Rencananya polisi juga akan meminta keterangan Bank Indonesia sebagai saksi ahli.

[Gambas:Video 20detik]


Kapan Ali dipanggil untuk memperjelas status uang mainan itu? "Nanti Mas. Nunggu waktu aja," kata AKP Musijat.

Mujiono mengaku mengenal Ali lewat perantara saat menjual rumah di Desa Sumberejo, Kecamatan Ngunut, Tulungagung. Dari harga yang ditawarkan sebesar Rp 17 miliar, Ali minta turun jadi Rp 15,1 miliar dengan berbagai persyaratan. Yakni perbaikan sana-sini, perabot tak diangkut, dan penjualan termasuk kolam dan gudang. Jual beli deal!

Ali sempat mengecek rumah yang dijual dan berlokasi di perbatasan Desa Pulosari dan Sumberejo Kulon itu. Mujiono yakin rumahnya akan terjual dan segera bisa melunasi kreditnya yang macet di bank sejak 2 tahun lalu. Oleh Ali, ia diminta ke rumah mengambil uang sebagai bentuk keseriusan pembelian rumah, Jumat (16/3).

Rumah Mujiono yang dijual dan 'dibayar' pakai uang mainan Rp 4,5 miliarRumah Mujiono yang dijual dan 'dibayar' pakai uang mainan Rp 4,5 miliar (Foto: Adhar Muttaqin/detikcom)
Ali memberikan kardus dan menyebut di dalamnya ada uang Rp 4,5 miliar. Kardus tak boleh dibuka apapun alasannya. Mujiono dan Ali janjian bertemu di BCA Tulungagung pada Senin (19/3). Di sana, kardus rencananya dibuka, uang dihitung dan langsung disetorkan ke bank.

Ternyata Ali tidak datang. Mujiono menyetorkan kardus itu sendiri. Saat dibuka, semua kaget karena isinya uang mainan pecahan rupiah, dolar AS, dan kertas mainan. Polisi turun tangan setelah pihak bank melapor. Empat orang, termasuk Mujiono, diperiksa sebagai saksi.
(trw/trw)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed