DetikNews
Kamis 22 Maret 2018, 18:58 WIB

Pemkot Tambah 7 Bozem Atasi Banjir di Surabaya

Zaenal Effendi - detikNews
Pemkot Tambah 7 Bozem Atasi Banjir di Surabaya Foto: Istimewa
Surabaya - Berbagai upaya dilakukan Pemerintah Kota Surabaya untuk mengatasi banjir, mulai dari normalisasi saluran, pemasangan box culvert hingga pembuatan bozem (danau buatan).

Tahun ini sebanyak 7 bozem dibangun untuk menampung air hujan di kawasan Surabaya Barat. Tujuh bozem itu terletak di Kebraon, Telogo Tanjung Bangkingan, Waduk Banpur Karangpilang, Simo Hilir, Lempung Perdana, Manukan Tirto, dan Yono Suwono.

"Yang paling besar yang akan kami bangun di Telogo Tanjung Bangkingan. Dan yang pasti, tujuh bozem yang dibangun itu bisa menampung air saat hujan deras," kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Pematusan Erna Purnawati di ruang kerjanya, Kamis (22/3/2018).

Menurutnya, pembangunan tujuh bozem itu dilakukan secara swakelola. Artinya, tidak dilelangkan seperti biasanya. Sebab, ia menilai apabila dilelang seperti biasanya akan memakan waktu panjang dan biayanya juga lumayan besar. "Jadi, temen-temen garap sendiri. Alat beratnya pun kita bagi," tuturnya.

Erna mengatakan dengan cara ini proses pengerjaan bozem itu pun bisa dipercepat. Bahkan ia memperkirakan proses pengerjaannya hanya membutuhkan waktu sekitar dua sampai tiga bulan. "Apalagi, temen-temen garapnya hampir setiap hari, jadi bisa cepat diselesaikan," ujarnya.


Hingga saat ini, Pemkot Surabaya telah membangun 37 bozem. Luasnya mencapai lebih dari 1,2 juta meter persegi. Adapun bozem yang paling luas dan terbesar adalah Bozem Morokrembangan dengan luas 800 ribu meter persegi. Sedangkan bozem terluas ada di Bozem Kedurus yang luasnya mencapai 143 ribu meter persegi dan terluas ketiga Bozem Wonorejo seluas 120 ribu meter persegi.

Erna menjelaskan, lokasi-lokasi yang dipilih untuk membangun bozem itu pun bermacam-macam. Ada lahan yang sudah dibebaskan oleh Pemkot Surabaya, seperti lahan yang ada di Bundaran PTC yang sudah dibebaskan sejak tahun lalu dan ada pula di perumahan. "Di lahan yang dibebaskan itulah kami jadikan bozem," tambah Erna.

Selain itu, ada bozem yang dibangun di atas lahan milik militer, seperti Waduk Banpur yang lokasinya berada di area marinir. Oleh karena itu, waduk tersebut diberi nama Waduk Banpur yang merupakan singkatan dari Bantuan Tempur.

"Tidak apa-apa meskipun di lahan marinir, asalkan mereka sudah memberikan izin pembangunannya," kata Erna.

Erna menambahkan, saat ini masyarakat sudah semakin sadar akan pentingnya bozem untuk menampung air pada saat hujan deras. Untuk itu semakin banyak warga yang mengusulkan dan meminta supaya di daerahnya juga dibangun bozem.

"Kalau sekarang sudah banyak yang sadar fungsi bozem. Malah sekarang ada warga yang meminta untuk dibuatkan jembatan dan gazebo di tengah-tengah bozem itu, sehingga bisa dijadikan tempat untuk memancing," imbuh Erna.

Ia memastikan bahwa pembangunan bozem di berbagai titik di Kota Surabaya ini adalah untuk mengantisipasi terjadinya efek pemanasan global yang sudah mulai dirasakan di berbagai belahan dunia, mulai dari banjir hingga bencana kekeringan.

"Makanya, Bu Wali juga selalu meminta supaya di kawasan bozem dibuat lebih hijau sehingga dapat terhindar dari kesan gersang dan panas," pungkas Erna.


(ze/lll)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed