DetikNews
Senin 19 Maret 2018, 20:55 WIB

Ini Pembelaan Bos Pasar Turi di Kasus Penipuan dan Penggelapan

Imam Wahyudiyanta - detikNews
Ini Pembelaan Bos Pasar Turi di Kasus Penipuan dan Penggelapan Henry J Gunawan saat di persidangan Pengadilan Negeri Surabaya (Foto: istimewa)
Surabaya - Bos Pasar Turi Henry J Gunawan dituntut 4 tahun penjara dalam kasus penipuan dan penggelapan jual beli tanah di Claket, Malang. Henry melalui kuasa hukumnya menganggap tuntutan itu hanya imajinasi jaksa karena tidak sesuai fakta persidangan.

"Kasus yang dijeratkan adalah rekayasa. Tuntutan tidak sesuai fakta persidangan dan hanya imajinasi jaksa," ujar Sidik Latuconsina, kuasa hukum Henry dalam persidangan dengan agenda pleidoi di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Senin (19/3/2018).

Sidik menyebut bahwa kasus yang menjerat kliennya adalah bentuk kriminalisasi karena kasus ini adalah kasus perdata dan bukan pidana. Kasus ini hanyalah merupakan kasus utang piutang pribadi antara Henry dan Hen Hok Soei.


"Pelapor (Hermanto) telah memberikan keterangan palsu dengan mengaku tak pernah meninjau lokasi. PBB, BPHTB, dan pajak-pajak lain juga tak pernah dibayar," kata Sidik.

Selain itu, kata Sidik, kasus ini tengah menjadi sengketa di ranah perdata. Saat ini gugatan atas tanah di Claket masih disidangkan di Pengadilan Negeri Surabaya dengan nomor perkara 632/Pdt.G/2017/PN.Sby. Jika terdakwa dijatuhi hukuman di perkara pidana dan nantinya perkara perdata memenangkan terdakwa, maka terdakwa pasti sangat merasa dirugikan.


"Padahal menuurt Peraturan Mahkamah Agung (Perma) RI Nomor 1 Tahun 1956 dan ketentuan Pasal 81 KUHP, perkara a quo harus ditangguhkan dulu jika ada perkara perdata," lanjut Sidik.

Karena itu Sidik meminta majelis hakim membebaskan terdakwa dari segala dakwaan. "Kami meminta majelis hakim melepaskan terdakwa dari semua tuntutan hukum hukum sesuai dengan pasal 191 ayat 2 KUHAP. Dan mengembalikan nama baik, harkat, dan martabat terdakwa," tandas Sidik.
(iwd/bdh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed