DetikNews
Rabu 14 Maret 2018, 16:59 WIB

Survei PolMark, Elektabilitas Gus Ipul Unggul 15% Atas Khofifah

Zaenal Effendi - detikNews
Survei PolMark, Elektabilitas Gus Ipul Unggul 15% Atas Khofifah Foto: Zaenal Effendi
Surabaya - Lembaga survey PolMark Research Center (PRC) melakukan survei untuk mengetahui preferensi pemilih dalam pilgub Jatim 2018. Dalam elektabilitas tertutup, pasangan Saifullah Yusuf (Gus Ipul)-Puti Guntur Soekarno unggul dengan angka 42,7 persen. Sedangkan pasangan Khofifah Indar Parawansa-Emil Dardak sebesar 27,2 persen.

Survey yang dilakukan terhadap 1.200 responden di Jatim itu digelar 6-11 Februari 2018 dengan tingkat margin error plus minus 2,9 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen. Direktur Riset PRC Eko Bambang Subiantoro mengatakan dari hasil tersebut masih ada undecided voter (belum menentukan pilihan) sebesar 30,1 persen.

"Dari hasil elektabilitas tertutup, dari 42,7 persen pemilih Gus Ipul-Puti, yang mantap atau strong voter sebesar 29,4 persen pilih Gus Ipul-Puti. Dari 27,2 persen pemili Khofifah-Emil, yang mantap sebesar 17,3 persen," kata Eko saat memaparkan hasil surveinya di Hotel Mercure Surabaya, Rabu (14/3/2018).

PRC juga menyebutkan ada 37,5 persen pemilih perempuan yang lebih memilih Gus Ipul-Puti. Dan, 33,2 persen pemilih perempuan mendukung Khofifah-Emil. Sedangkan, untuk pemilih laki-laki sebesar 47,8 persen memilih Gus Ipul-Puti, dan 21,2 persen pemilih laki-laki memilih Khofifah-Emil.


Foto: Zaenal Effendi

Menurutnya, elektabilitas pasangan nomor urut 2 Gus Ipul-Puti Guntur dibandingkan pasangan Khofifah-Emil juga didasarkan kepuasan masyrakat atas kinerja Saifullah Yusuf mantan Wakil Gubernur Jatim bersama Gubernur Soekarwo selama 2 periode kepemimpinan.

Untuk trend kepuasan masyarakat atas kinerja gubernur dan wakil gubernur hampir 70 persen puas atas duet Soekarwo-Saifullah Yusuf (Karsa). "Pakde Karwo sebesar 70,9 persen dan Gus Ipul angkanya mencapai 68,8 persen," tuturnya.

Eko menambahkan, dalam survey yang dilakukan juga melihat ada 6 isu atau pekerjaan rumah yang harus diselesaikan dua paslon yakni lapangan kerja/pengangguran, pendidikan berkualitas dan tuntas, biaya hidup mahal, korupsi, layanan dan akses kesehatan, serta infrastruktur.
(ze/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed