DetikNews
Sabtu 17 Februari 2018, 20:17 WIB

Penambahan Anggaran Rp 1 T Diyakini Percepat Pembangunan Madura

Rois Jajeli - detikNews
Penambahan Anggaran Rp 1 T Diyakini Percepat Pembangunan Madura Foto: Zaenal Effendi
Surabaya - Pasangan cagub dan cawagub Jatim Saifullah Yusuf (Gus Ipul)-Puti Guntur Soekarno mempunyai program Satria Madura (Rp 1 triliun untuk Madura). Program tersebut dinilai sangat tepat untuk mendorong percepatan pembangunan wilayah yang dikenal dengan Pulau Garam ini (Madura).

"Rencana program Rp 1 triliun untuk Madura ini tepat. Tambahan (anggaran) tersebut akan memperkuat anggaran pembangunan di Madura dari APBD Jawa Timur. Pembangunan di wilayah Madura bisa lebih cepat lagi," kata Pengamat Ekonomi dari Universitas Trunojoyo Madura (UTM) Tripitono Adiprabowo melalui siaran pers yang diterima detikcom, Sabtu (17/2/2018).

Ia mengatakan, pemerintahan kepemimpinan Soekarwo-Gus Ipul sudah mengalokasikan APBD Pemprov Jatim Rp 1 triliun lebih bagi Madura, melalui berbagai program.

"Ke depan Gus Ipul-Mbak Puti ingin menambah lagi Rp 1 trilun, totalnya Rp 2,7 triliun. Ini lebih kuat dari sebelumnya," tuturnya.

Tripitono memuji strategi paslon nomor urut 2 di Pemilihan Gubernur Jawa Timur ini, untuk memajukan masyarakat di Madura. Katanya, tantangan terbesar adalah mengatasi kemiskinan, keterbelakangan, kesehatan, hingga kualitas sumber daya manusia yang masih rendah.

Pada aspek pendidikan, angka partisipasi sekolah (APS) dan indeks pembangunan manusia (IPM) di empat kabupaten di Madura masih jauh dibawah rata-rata Jawa Timur.

"Ada 600 lebih pondok pesantren di Madura harus ditingkatkan lagi untuk mewujudkan generasi unggul, berkarakter, sekaligus memiliki banyak kompetensi," tuturnya.

Ia menambahkan, tantangan lain yang dihadapi Gus Ipul-Puti yakni, mengatasi kemiskinan dan keterbelakangan di Madura. Katanya, perkenomian di Madura masih didominasi sektor pertanian yakni sekitar 30-33 persen. Kontribusi 4 kabupaten untuk PDRB hanya sekitar 4 persen.

"Total angkatan kerja di Madura sekitar 60 persen lulusan SD (sekolah dasar) sederajat, dan terserap di sektor pertanian sebagai buruh tani dan penggarap," ujarnya.

Sedangkan di bidang infrastruktur di Madura masih dinilai belum dikatakan baik, meski ada jembatan yang menghubungkan Surabaya dan pulau Madura (Jembatan Suramadu).

"Percepatan pembangunan infrastruktur dasar menjadi pilihan tepat untuk Madura. Tapi, juga perlu diikuti dengan percepatan pembangunan infrastruktur lainnya seperti, jalan, jembatan, listrik di kepulauan dan angkutan antar pulau," jelasnya.
(roi/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed