DetikNews
Jumat 09 Februari 2018, 08:32 WIB

Kepala BKD Ponorogo Imbau PNS yang Tak Disiplin Ditertibkan

Charolin Pebrianti - detikNews
Kepala BKD Ponorogo Imbau PNS yang Tak Disiplin Ditertibkan Foto: Charolin Pebrianti
Ponorogo - Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Pemkab Ponorogo kali ini mulai menertibkan aturan baru terkait kedisiplinan PNS. Pasalnya, terdapat PNS yang bermasalah.

Mulai dari PNS yang terlibat kriminal, melarikan diri dari tugas yang seharusnya diemban bahkan hingga dipenjara di suatu tempat hingga empat tahun lamanya baru ketahuan oleh BKD. Tentu berbagai permasalahan seperti ini harus segera diatasi karena ini menyangkut PNS yang bertugas melayani rakyat.

Kepala BKD Ponorogo, Winarko Arief menuturkan pemberhentian PNS tidak bisa serta merta dilakukan mengingat jumlah kebutuhan PNS di Ponorogo sangat banyak hingga mencapai 2.305 personil.

"Bahkan saat ini yang sedang proses pendisplinan juga banyak, namun kami juga harus mengingat kebutuhan PNS kami juga banyak," tuturnya saat ditemui detikcom di kantornya, Jalan Alun-Alun Utara, Jumat (9/2/2018).

Ia menambahkan ada beberapa PNS sudah diberhentikan tidak hormat, lalu ada pula yang diturunkan pangkatnya. "Ini jadi salah satu program kita termasuk untuk pendisiplinan pegawai bahkan sempat ada upacara dua kali, di antaranya itu. Lalu juga ada yang tiba-tiba diabsen," ujarnya.

Pria yang akrab disapa Pak Win ini juga menerangkan banyak pegawai yang bermasalah dengan kedisiplinan terutama pegawai yang berada di lapangan. Ia mengingatkan jika ada apa-apa harus izin melalui Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD). "Sebenarnya mereka tahu kalau ini salah, tapi tidak mau melapor ini lho yang susah," terangnya.

Menurutnya, setiap ada permasalahan harus segera melapor agar BKD bisa menentukan langkah yang tepat untuk penyelesaian. "Namun harus diingat juga permasalahan sebelum dibawa ke BKD ada tahapannya seperti pembinaan oleh OPD melalui sekretarisnya atau Subag-nya, pemanggilan dan sanksi sampai akhirnya sidang," paparnya.

Ia pun mengingatkan masing-masing Kepala OPD untuk terus melaporkan setiap permasalahan yang ada. Jangan malah mendiamkan permasalahan. Bahkan Winarko mengaku saat ini tengah menyelesaikan permasalahan yang menimpa dua oknum PNS yang melarikan diri hingga 10 tahun, namun tiba-tiba kembali ke Ponorogo untuk menguruskan dana pensiun diTabungan dan Asuransi Pensiun (Taspen).

"Melarikan diri lama, balik ngurus pensiun, ini kan masalah sebenarnya, kita punya rambu-rambu untuk tidak meloloskan," tegasnya.

Namun sebagai PNS, lanjut dia, apapun yang terjadi mereka (para PNS,red) masih punya hak karena tiap bulan gajinya dipotong untuk Taspen. "Makanya kita akan terus gandeng OPD untuk dekat dengan kita," tukasnya.

Ditanya terkait jumlah PNS nakal, Winarko mengaku jumlahnya puluhan. "Tepatnya berapa saya lupa, karena setiap saat ada yang diproses, tapi yang jelas puluhan," pungkasnya.
(fat/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed