DetikNews
Selasa 06 Februari 2018, 16:08 WIB

Longsor, Pelajar di Kota Blitar Terpaksa Belajar di Halaman Sekolah

Erliana Riady - detikNews
Longsor, Pelajar di Kota Blitar Terpaksa Belajar di Halaman Sekolah Foto: Erliana Riady
Blitar - Sebanyak 35 pelajar kelas IV Al Baari' MIN Gedok Kota Blitar, terpaksa belajar di halaman sekolah. Ruangan yang semula menjadi tempat bernaung mereka saat belajar, dinilai berbahaya karena berpotensi longsor.

Pantauan detikcom, di bagian belakang gedung ruangan kelas IV Al Baari' mengalir sungai dengan lebar sekitar 5 meter. Saat ini, debit air sungai memang kecil. Namun saat hujan deras datang, aliran air melebar bahkan sanggup membuat dasar bangunan dan plengsengan sekolah ini ambrol.

"Kami tidak tahu persis kapan longsornya. Kemungkinan Minggu (4/2) malam itu hujan sangat deras. Senin (52) pagi tahu-tahu anak kelas IV teriak-teriak, bu longsor-longsor sambil menunjuk lokasi longsor di bawah jendela kamar mandi," jelas Kepala Sekolah MIN Gedok, Nanik Dwiyani (51) kepada detikcom di lokasi, Selasa (6/2/2018).

Posisi kamar mandi di sebelah selatan, mepet dengan kelas IV. Tampak plengsengan dan pondasi kelas sudah ambrol. Bahkan dinding bagian bawah sudah menggantung posisinya.

"Saya foto langsung saya kirim ke Kemenag Kota Blitar. Alhamdulillah pihak terkait fast respon. Mereka langsung datang kesini bersama camat, Dinas PU PR dan Tagana. Kelas direlokasi saat itu juga, pak camat bilang kelas ini bahaya, jangan dipakai lagi," beber Nanik dengan semangat.


Longsor di Blitar/Longsor di Blitar/ Foto: Erliana Riady


Karena kondisi kemarin hujan, para pelajar tidak memungkinkan belajar di luar. Namun Nanik sudah mendapat solusi agar proses belajar mengajar berjalan normal kembali.

"Belajar di luar ini hanya sampai Sabtu. Senin pekan depan, siswa kelas IV menempati ruang kelas III. Sedangkan 100 siswa kelas III, kami pindahkan sementara ke TPQ di Jalan Dieng," jelasnya.

Nanik mengaku, sebenarnya sudah ada MoU pihaknya dengan TPQ Dieng untuk memakai ruangan mereka sebagai kelas. Namun realisasinya, menunggu tahun ajaran baru.

"Kalau kondisinya seperti ini ya tidak mungkin nunggu tahun ajaran baru. Tadi pihak Kemenag juga sudah menyetujui. Semoga wali murid, komite dan semua pihak bisa memaklumi," harapnya.

Informasi yang dihimpun TPQ Jalan Dieng hanya berjarak sekitar 3 km dari sekolah sekarang. Menurut Nanik, bagi pelajar yang biasa diantar jemput tidak menjadi masalah.

"Masalahnya, ada sebagian siswa yang berjalan kaki menuju sekolah. Nah ini yang nanti akan kami rembukkan dengan wali murid dan komite," kata Nanik.
(fat/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed