DetikNews
Kamis 18 Januari 2018, 15:34 WIB

Harga Gabah Naik, Petani di Banyuwangi Tolak Impor Beras

Ardian Fanani - detikNews
Harga Gabah Naik, Petani di Banyuwangi Tolak Impor Beras Foto: Ardian Fanani
Banyuwangi - Rencana impor beras untuk pemenuhan kebutuhan masyarakat ditolak petani di Banyuwangi. Apalagi saat ini, dampak kenaikan harga beras mulai dirasakan sejumlah petani di Kabupaten paling ujung Timur Pulau Pulau Jawa.

Saat ini, meski hasil panen menurun, namun harga gabah di kalangan petani ikut merangkak naik. Hal ini diakui petani di Dusun Krajan, Desa Pakistaji Kecamatan Kabat.

"Kalau tahun ini turun karena faktor cuaca dan hujan serta hama penyakitnya makin banyak. Jadi kualitas padi tidak penuh dan bulirnya banyak yang rusak. Iya menurun karena harga yang meningkat tadi," ujar Muhlisudin, salah satu petani kepada wartawan, Kamis (18/1/2018).

Diakui Muhlisudin, naiknya harga gabah dalam beberapa pekan terakhir, disambut gembira petani lain. Oleh karena itu, pihaknya berharap pemerintah tidak perlu lagi mengimpor beras dari luar.

"Kapan lagi petani bisa merasakan harga tinggi. Kita harap pemerintah memikirkan hal ini," tambahnya.

Sementara itu petani lain, Sanusi, mengaku saat ini untuk harga gabah di kalangan petani, saat tembus dengan harga Rp 5.400 sampai Rp 5.500/kg. Sebelumnya, harga gabah di kalangan petani berkisar 4.200/kg. "Kenaikan ini sungguh berarti bagi petani," ujar Sanusi.

Dalam kondisi normal, tambah Sanusi, hasil panen rata-rata bisa mencapai 5,5 ton/hektar. Namun akibat cuaca dan serangan hama hasil panen berkurang hingga 1 ton per hektar.

"Harga harga gabah yang cenderung berubah membuat kami gelisah. Apalagi ketika muncul kebijakan impor beras oleh pemerintah. Kita takut itu," tambahnya.

Sementara untuk harga gabah di kalangan petani, saat ini tembus dengan harga Rp 5.400-Rp 5.500/kg. Sebelumnya, harga gabah di kalangan petani berkisar 4.200/kg. "Kenaikan ini sungguh berarti bagi petani," tambahnya.

Dalam kondisi normal, hasil panen rata-rata bisa mencapai 5,5 ton/hektar. Namun akibat cuaca dan serangan hama hasil panen berkurang hingga 1 ton/hektar. Selain itu, harga harga gabah yang cenderung berubah membuat para petani gelisah. Apalagi ketika muncul kebijakan impor beras oleh pemerintah.
(fat/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed