DetikNews
Rabu 17 Januari 2018, 15:35 WIB

Tolak Beri Tumpangan, Sopir Truk Dipukuli Anak Jalanan

Eko Sujarwo - detikNews
Tolak Beri Tumpangan, Sopir Truk Dipukuli Anak Jalanan Korban dan pelaku di Puskesmas Pucuk (Foto: Eko Sujarwo)
Lamongan - Ditolak nunut atau menumpang kendaraan, sejumlah anak jalanan di Lamongan ngamuk. Mereka menghajar sopir kendaraan yang hendak mereka tumpangi. Kasus ini pun sampai ke tangan polisi.

Dari informasi yang dihimpun detikcom, sopir nahas tersebut adalah Windoko, warga Desa Moropelang, Kecamatan Babat. Windoko saat itu sedang berhenti di lampu merah pertigaan Pucuk. Dia hendak mengambil barang di pabrik yang lokasinya ada di wilayah Babat. Saat dia berhenti, Windoko tiba-tiba didatangi sekumpulan anak jalanan yang mengaku akan nunut pulang.

"Setelah berhenti karena lampu merah di Pertigaan Pucuk, saya kemudian dihadang oleh sekumpulan anak-anak yang katanya mau nunut pulang," terang Windoko kepada wartawan, Rabu siang (17/1) di Puskesmas Pucuk.

Saat itu, kata Windoko, ada belasan anak jalanan yang menghadang truknya di tengah jalan dan meminta akan nunut. Karena akan ke pabrik yang ada di wilayah Babat, aku Windoko, dia tidak bisa memberikan tumpangan. Tiba-tiba saja ada yang memukulnya menggunakan rantai.

"Saya kemudian keluar dari truk dan berteriak meminta tolong warga karena anak-anak itu lebih banyak," ujar Windoko yang menghitung ada belasan anak jalanan saat itu yang menghadangnya.

Peristiwa itu dilihat polisi dan warga yang ada di sekitar lokasi. Mereka segera mengejar anak-anak jalanan yang kabur.

"Kami dibantu warga menangkap anak jalanan tersebut. Korban kami bawa ke Puskesmas Pucuk," jelas Kapolsek Pucuk AKP Siswoyo.

Siswoyo mengatakan, polisi mengamankan dua tersangka yang diduga telah melakukan pemukulan terhadap Windoko, yaitu Ramdani (18) warga Indramayu, Jabar dan AD (16) warga Cirebon, Jabar.

Mereka berdua, aku Siswoyo, juga dirawat di Puskesmas Pucuk karena juga mengalami luka dan sudah ditetapkan menjadi tersangka pelaku pemukulan. "Alasan mereka memukul itu karena ditolak nunut untuk pulang," papar Siswoyo.
(iwd/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed