DetikNews
Rabu 10 Januari 2018, 18:40 WIB

Kecelakaan di Pantura Situbondo, Ibu dan Balita Asal Banyuwangi Tewas

Ghazali Dasuqi - detikNews
Kecelakaan di Pantura Situbondo, Ibu dan Balita Asal Banyuwangi Tewas Foto: Ghazali Dasuqi
Situbondo - Dua pengendara motor asal Wongsorejo, Banyuwangi, meregang nyawa di jalan raya pantura Situbondo. Korban tewas adalah ibu dan anaknya yang masih balita. Fatimah (28) dan anaknya bernama Insan, yang berusia 2 tahun, meninggal tersambar kendaraan lain. Saat itu korban terjatuh dari sepeda motornya jenis Honda P 6140 YD, di jalan raya Desa/Kecamatan Arjasa.

Ironisnya, kendaraan lain diduga jenis truk atau pick up yang diduga menabrak ibu dan balitanya itu langsung kabur. Hingga kini, kendaraan misterius tersebut masih dalam penyelidikan.

"Masih diselidiki apakah yang membentur korban itu truk atau pick up yang ada di belakangnya. Kami masih memintai keterangan saksi-saksi," kata Ipda Teguh Santoso, Kanit Laka Satlantas Polres Situbondo, Rabu (10/1/2018).

Keterangan yang diperoleh detikcom menyebutkan, saat kejadian Fatimah dibonceng suaminya, Yanto (42). Pasutri dan balitanya ini mengendarai sepeda motor P 6140 YD dan bermaksud menjenguk keluarganya di Desa Curah Tatal, Kecamatan Arjasa.

Mereka melaju dari arah Banyuwangi dengan membelakangi sebuah truk. Setibanya di lokasi kejadian, truk di depan korban ini tiba-tiba mengerem. Yanto yang mengemudikan sepeda motor pun kaget, hingga tidak menguasai kemudinya. Saat itulah, motor korban menabrak bagian belakang truk dan terjatuh.

Celakanya, arah Fatimah dan balitanya ikut terjatuh ke arah kanan hingga tersambar kendaraan lain yang datang dari arah berlawanan hingga tewas. Sementara Yanto berhasil selamat dan lolos dari cedera.

"Mereka suami - istri dan anaknya. Mereka mau menjenguk keluarga Fatimah, yang memang asal Desa Curahtatal. Makanya kedua korban juga dikebumikan di sana," papar Ipda Teguh.

Untuk kepentingan penyelidikan kasus kecelakaan ini, Unit Laka Situbondo langsung menjalankan program inovasi Jempol alias Jemput Bola. Menurut Teguh, saat ini sejumlah anggotanya dikerahkan untuk menemui suami korban di Desa Curahtatal, Kecamatan Arjasa. Apalagi kalau bukan untuk memintai keterangan.

"Saat ini si suami tentu sedang berduka. Makanya kita yang jemput bola ke sana untuk memintai keterangan. Ini sesuai dengan program kami, namanya Jempol. Ini penting untuk penyelidikan, karena si suami ini tentu tahu kendaraan yang menabrak istri dan anaknya," ujar Ipda Teguh Santoso.
(fat/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed