DetikNews
Kamis 07 Desember 2017, 16:19 WIB

Diduga Korupsi Sewa Lahan, Mantan Pejabat Kota Pasuruan Ditahan

Muhajir Arifin - detikNews
Diduga Korupsi Sewa Lahan, Mantan Pejabat Kota Pasuruan Ditahan Foto: Muhajir Arifin
Pasuruan - Kejari Pasuruan menetapkan mantan Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Dinas Pertanian (Distan) Kota Pasuruan, tersangka korupsi program penyewaan lahan buruh tani 2012-2015. Tersangka, ED, langsung ditahan untuk kepentingan penyidikan.

"Hari ini ED kami tetapkan sebagai tersangka dan kami tahan demi kepentingan penyidikan," kata Kasi Pidsus Kejari Pasuruan, Siswono, di kantornya, Kamis (7/12/2017).

Siswono menjelaskan, dalam program tersebut Distna Kota Pasuruan menyewakan 163 hektare lahan eks bengkok di empat kecamatan ke Kelompok Buruh Tani (KBN). Penerima program ini khusus buruh tani karena mereka tak punya lahan.

Harga sewa lahan bervariasi. Untuk kalas I Rp 6 juta per hektar per tahun, kelas II Rp 5 juta per hektar per tahun dan kelas III Rp 4 juta per hektar per tahun.

"Dugaan korupsinya adalah tersangka ini tidak menyetorkan sebagian uang sewa dari buruh tani ini ke Kasda," terang Siswono.

Selain itu, ED juga mengelola seluas 21 hektar lahan dari 163 hektar lahan program. Padahal seharusnya bisa dimanfaatkan oleh buruh tani.

"Sekitar 21 hektar lahan dikelola sendiri oleh tersangka atas nama dinas," terangnya.

Penyelidikan kasus ini bermula dari laporan sejumlah pihak. Mendapat laporan itu, Kejari langsung turun tangan.

"Sebelumnya para penyewa ini membayar ke ED, tapi setelah kasus ini ditangani Kajari, mereka langsung membayar ke Dispenda," terangnya.

Pihak kejari mengaku terus mengembangkan kasus ini. Tak menutup kemungkinan tersangka akan bertambah. "Kemungkinan ada tersangka lain," pungkas Siswono.
(fat/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed