DetikNews
Senin 27 November 2017, 17:25 WIB

Staf Khusus Wapres ke Banyuwangi, Bupati Anas Diimbau Giat Berinovasi

Ardian Fanani - detikNews
Staf Khusus Wapres ke Banyuwangi, Bupati Anas Diimbau Giat Berinovasi Foto: Ardian Fanani
Banyuwangi - Staf Khusus Wapres RI, Prof Azyumardi Azra, meminta Pemkab Banyuwangi semakin giat berinovasi menelurkan layanan publik yang berkualitas.

"Pelaksanaan otonomi daerah penuh dinamika. Ada daerah yang kurang berhasil, tapi ada juga yang membuatnya menjadi peluang berinovasi seperti Banyuwangi. Inovasi-inovasi Banyuwangi menumbuhkan optimisme," kata Prof Azyumardi dalam Focuss Group Discussion (FGD) tentang reformasi birokrasi yang digelar Sekretariat Kabinet di Banyuwangi, di Hotel Santika, Banyuwangi, Senin (27/11/2017).

Selain Prof Azyumardi, FGD diikuti Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, pakar otonomi daerah Djohermansyah Johan, peneliti senior CSIS J. Kristiadi, staf ahli Menteri PAN-RB Teguh Wijanarko dan perwakilan berbagai daerah.

"Satu contoh saja soal transformasi Banyuwangi, hanya beberapa tahun sudah banyak penerbangan. Itu bukti ekonomi tumbuh, dan kami ingin itu kisah-kisah sukses ini tidak berhenti," imbuh Prof Azyumardi.

Pakar otonomi daerah, Prof Djohermansyah Johan mengatakan, transformasi Banyuwangi bisa dijadikan contoh daerah lain. Namun, Johan mengingatkan agar Banyuwangi giat menumbuhkan budaya inovasi. "Harus dibuat sistemnya. Agar tidak ada fenomena ganti pemimpin ganti kebijakan," jelas Johan.

Sementara Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, birokrasi tidak butuh Superman, tapi Superteam. "Jika one man show, pasti dehidrasi di tengah jalan, karena membenahi daerah bukan lari sprint, tapi lari marathon yang butuh ketahanan. Sehingga perlu kerja sama banyak pihak," kata Anas.

Menurut Anas, inovasi harus terlembagakan agar siapa pun pimpinannya, inovasi terus berlangsung. Salah satu strategi yang ditempuh Anas adalah melibatkan seluruh jajaran untuk membahas program dan target secara bersama-sama. Pelibatan semua jajaran hingga level staf dilakukan sebagai bagian pembudayaan inovasi.

"Dan terbukti ini efektif. Sekarang semua dinas/badan, puskesmas, hingga desa/kelurahan berlomba-lomba berinovasi," terang Anas yang juga bacawagub Saifullah Yusuf.

Dia mencontohkan, puskesmas-puskesmas kini bersaing. "Satu Puskesmas bikin hingga dua inovasi, bahkan di antaranya masuk Top 40 pelayanan publik terbaik nasional. Itu karena mereka diberi wadah berinovasi, silakan berkreasi melayani rakyat. Bebas mau bikin apa saja asal terukur," ujar Anas.

Anas menyebut sejumlah inovasi antara lain Mal Pelayanan Publik, program akte kelahiran super-cepat, jemput bola rawat warga miskin, layanan tanpa antre bagi lansia di rumah sakit, dan layanan antar obat ke rumah warga miskin.

Selain itu, Banyuwangi mulai menggeber program Rantang Kasih yang mengirimkan makanan bergizi ke lansia miskin, uang pengganti penunggu keluarga sakit di rumah sakit, hingga inovasi yang sukses menekan angka kematian ibu/bayi di sejumlah puskesmas.

"Dan banyak inovasi lain lahir dari kreasi teman-teman karena mereka terpacu, jadi bukan karena kepala dinas atau kepala daerahnya," pungkas Anas.
(fat/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed