DetikNews
Kamis 26 Oktober 2017, 10:30 WIB

Petani Cabai Minta Bantuan Pengembangan Kawasan Sesuai Kualitas

Muhammad Aminudin - detikNews
Petani Cabai Minta Bantuan Pengembangan Kawasan Sesuai Kualitas Foto: Muhammad Aminudin/File
Malang - Sebanyak 19 kelompok tani akan menerima bantuan pengembangan kawasan cabai rawit. Petani minta bantuan yang diberikan berkualitas dan menunjang hasil produksi.

Dalam proses lelang pengadaan fasilitas bantuan untuk mendukung pengembangan cabai rawit senilai Rp 4,3 miliar, dimenangkan oleh CV Tri Cahya Suminar, beralamat di Gang Irawan, Jurugentong, Bantul, Yogyakarta.

"Petani inginnya bantuan yang diberikan sesuai dengan daftar yang dilelang. Jangan sampai dikurangi atau dialihkan jenis, akan berdampak kepada hasil produksi," kata Ketua Kelompok Tani Gemah Ripah 01, Ngantang, Kabupaten Malang, Yugiantoro berbincang dengan detikcom, Kamis (26/10/2017).

Kelompok tani, bersama Gemah Ripah 02 dan 03 akan menerima bantuan fasilitas tanam cabai untuk lahan seluas 35 hektare. Jumlah ini menurun dibandingkan tahun sebelumnya yakni sebanyak 40 hektare.

"Kami ada tiga kelompok Gemah Ripah 01, 02, dan 03. Tahun ini (2017) dapat 35 hektare. Khusus Gemah Ripah 01 sebanyak 20 hektare," bebernya.

Dikatakan Yugiantoro, untuk satu hektare lahan akan menerima bibit cabai rawit 17 sachet, pupuk 10 ton, serta fasilitas lain seperti ajir (batang bambu) dan alsintan. "Totalnya dalam satu hektare adalah sebesar Rp 30 juta, tapi tahun ini masih di musyawarahkan untuk pupuk berapa yang akan diterima sesuai kebutuhan petani," bebernya.

Yugiantoro berharap semua pihak terlibat untuk mengawasi proses distribusi bantuan fasilitas tanam cabai. Karena menyangkut hasil produksi untuk penyediaan stok cabai rawit serta menstabilkan harga.

"Ini harus diawasi, semuanya harus terlibat. Jangan sampai petani dikorbankan, demi ketersediaan stok serta stabilnya harga tahun depan," tegasnya.

Yugiantoro berharap, BEP harga cabai juga bisa ditambah dari harga kemarin hanya Rp 8 ribu per kilonya. Agar petani bisa memperoleh keuntungan, dari nilai produksi cukup besar. "Panen tahun ini, dari musim tanam kemarin, kami rugi karena harga jatuh," keluhnya.

Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan, menerima bantuan pengembangan kawasan tanam cabai seluas 120 hektare dari APBN.
(fat/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed