Mangga Alpukat di Pasuruan, Bagaimana Rasanya?

Muhajir Arifin - detikNews
Rabu, 25 Okt 2017 18:15 WIB
Gus Ipul dan Gus Irsyad saat mencoba Mangga Alpukat (Foto: Muhajir Arifin)
Pasuruan - Salah satu produk holtikultura unggulan Kabupaten Pasuruan adalah mangga alpukat. Selain punya keunggulan rasa, buah ini punya keistimewaan dari cara makannya yang cukup diputar tanpa harus dikupas.

Keberhasilan petani Kabupaten Pasuruan mengembangkan varietas unggul mangga alpukat atau mangga gadung klonal 21 ini, mendapat apresiasi Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf (Gus Ipul). Ia berharap mangga alpukat terus dikembangkan sehingga berdampak nyata bagi kesejahteraan petani.

"Jenis mangga ini sangat istimewa, berbeda dengan mangga yang lain. Harus dikembangkan terus, promosinya juga harus semakin gencar agar pasarnya meluas sehingga kesejahteraan petaninya meningkat," kata Gus Ipul saat menghadiri acara 'Muter Mangga Alpukat Bareng Gus Ipul' di Lapangan Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan, Selasa (25/10/2017).

Dalam kesempatan itu, Gus Ipul bersama Bupati Pasuruan HM Irsyad Yusuf mengajak sekitar 3.000 warga dan pejabat menikmati mangga alpukat bersama. Mangga dipotong tengah, diputar, lalu isinya diambil dengan sendok.

"Mangga ini juga disebut mangga alpukat karena bisa dimakan seperti alpukat, nggak usah di kupas, cukup dipotong lalu diputar dan buahnya dimakan dengan sendok," terangnya.

Muter mangga alpukat bareng Gus IpulMuter mangga alpukat bareng Gus Ipul (Foto: Muhajir Arifin)
Bupati Irsyad Yusuf mengatakan mangga alpukat merupakan varietas yang sudah dikembangkan sejak 1994. Mangga ini mendapat paten atau diakui sebagai buah asli Kabupaten Pasuruan oleh Kementerian Pertanian pada 2016 lalu.

"Saat ini lahan mangga alpukat sekitar 4.000 hektar, dominan di Kecamatan Rembang. Kami akan terus mendorong agar lahan mangga ini terus diperluas. Promosi juga terus kami lakukan agar pasarnya semakin luas. Ujungnya petani harus semakin sejahtera," terangnya.

Sementara Kepala Dinas Pertanian, M Ichwan, mengungkapkan para petani mangga alpukat setiap tahun meraup untung dari hasil panen. Para pembeli selama ini datang langsung ke petani sehingga mereka tak perlu susah payah menjualnya.

"Pembeli langsung datang ke sawah, langsung beli di sana. Harganya dari petani Rp 35 ribu per kilo. Mangga ini lebih manis dan keistimewaannya bisa diputar langsung dimakan," jelas Ichwan. (iwd/iwd)