DetikNews
Sabtu 21 Oktober 2017, 14:12 WIB

Komisi VI Sebut Kenaikan CuKai Rokok akan Berdampak Luas

Zaenal Effendi - detikNews
Komisi VI Sebut Kenaikan CuKai Rokok akan Berdampak Luas Foto: Ari Saputra
Surabaya - Rencana pemerintah menaikkan cukai rokok 10,04 persen mulai 1 Januari 2018 disesalkan. Kenaikan itu dianggap merugikan masyarakat dan tidak memberi sumbangsih kenaikkan perekonomian nasional.

Menurut anggota Komisi VI DPR RI Bambang Haryo Soekartono, industri rokok merupakan industri yang memiliki rantai panjang dan melibatkan jutaan orang dari hulu hingga hilir.

"Masyarakat tidak diberikan keuntungan lebih dengan cukai dinaikkan, malah menjadi korban biaya yang demikian mahal. Kena beban pembiayaan tapi pendapatan tetap. Judulnya pemerintah panik cari duit sebanyak-banyaknya, duit tak didapat justru dampaknya malah negatif pada ekonomi kita," kata Bambang yang juga politisi Partai Gerindra saat berbincang dengan detikcom di Surabaya, Sabtu (21/10/2017).

Imbas kenaikan cukai menurut Bambang, selain daya beli masyarakat pada rokok menurun, juga berakibat pada kebutuhan lain serta Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

"20 juta lebih UMKM kita penjual rokok, karena cukai dinaikkan, itu membuat mereka tidak mampu kulakan beli terus menjual. Karena terlalu mahalnya harga rokok, dan ini akan mematikan UMKM-UMKM kita yang secara riel mereka sebenarnya topang tonggak dari pada pertumbuhan ekonomi kita, karena ekonomi kita ditopang oleh UMKM," ujar dia.

Politisi Partai Gerindra ini menambahkan, jika kementerian keuangan tidak cermat mengkaji dan menganalisa dampak kenaikan cukai rokok, maka negara juga akan kesulitan mendapatkan devisa terbesar nomor dua sebesar Rp 150 triliun yang disumbangkan dari industri rokok.

"Ditambah makin banyak masyarakat yang kehilangan pekerjaan jika industri rokok menurun akibat pajak cukai rokok yang dinaikan serta menggerus petani-petani tembakau, buruh tani tembakau ratusan ribu bahkan jutaan akan tergerus. Ditambah lagi karyawan pabrik-pabrik itu yang dia sangat menggantungkan nafkahnya dari upah kerja," tegas Bambang.

Ia memperkirakan, jika rencana kenaikan cukai rokok tetap dilakukan akan berimbas kolapsnya industri rokok yang berakibat pada pegawai yang dirumahkan dan PHK.

"Bila itu terjadi, maka target pemerintah untuk cukai rokok tak bakal terpenuhi. Rencana penetapan tarif cukai tersebut dianggap tidak rasional dan membebani industri rokok. Terlebih perekonomian Indonesia saat ini belum menunjukkan gejala peningkatan signifikan," tambah polisti yang juga pengusaha kapal penyeberangan ini.
(ze/bdh)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed