DetikNews
Jumat 13 Oktober 2017, 18:11 WIB

Gema Pramantik Efektif Turunkan Jumlah Penderita DB di Blitar

Erliana Riady - detikNews
Gema Pramantik Efektif Turunkan Jumlah Penderita DB di Blitar Gerakan Gema Pramantik (Foto: istimewa)
Blitar - Gerakan Pramuka Pemantau Jentik (Gema Pramantik) terbukti efektif menurunkan jumlah penderita DBD di Kabupaten Blitar.

Data di Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar mencatat bahwa sampai bulan ini hanya terdapat 65 kasus DBD. Jika dibanding tahun 2016 lalu yang ada 308 kasus. Terjadi penurunan yang cukup tajam hingga mencapai hampir 75 %.

"Walaupun setiap bulan cenderung ada peningkatan, namun dibanding tahun lalu, jumlah sampai bulan Oktober ini hanya sekitar 21 % nya saja," jelas Kabid Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar Krisna Yekti ditemui dikantornya di Jalan Semeru Kota Blitar, Jumat (13/10/2017).

Dari 65 kasus itu, Krisna tidak menampik fakta jika dua diantaranya sampai meninggal dunia. "Ada dua yang meninggal, semoga tidak bertambah. Kalau tahun 2016 lalu ada 7 yang meninggal," paparnya.

Masih adanya pasien DBD yang meninggal, menurut Krisna, karena kurangnya pengetahuan keluarga pasien saat menanganinya. "Panas tiga hari dikasih obat penurun panas lalu turun suhu badannya. Namun yang perlu diwaspadai justru memasuki hari ke tujuh itu. Saat suhu tubuh dingin, kemungkinan terjadi shock malah tinggi," jelasnya.

Selain Gema Pramantik yang melibatkan Pramuka dalam pemantauan jentik, rupanya Pemkab Blitar memaksimalkan peran serta masyarakat dalam pencegahan dan penanggulangan penyakit ini.

"Kami punya tiga program lain, selain Gema Pramantik yang menjadi ikon Pemkab Blitar dalam pencegahan DBD ya. Pertama, program satu rumah satu Jumantik ini juga sangat efektif ," tutur Krisna.

Selain itu, gencarnya sosialisasi pemberantasan sarang nyamuk tidak hanya di permukiman, namun juga di kantor, sekolah, dan fasilitas layanan publik lainnya.

"Kami juga menjalin kerjasama dengan faskes swasta maupun negeri dengan membentuk jejaring Surveillance. Mereka ini wajib melaporkan adanya pasien DB secepatnya selama 24 jam ke Dinkes agar cepat diadakan penyelidikan epidemiologi atau PE ,"paparnya.

Penyelidikan epidemiologi adalah pengembangan penyelidikan lingkungan disekitar pasien DBD agar tidak menyebar di lingkungannya hingga terjadi kejadian luar biasa (KLB).

Gema Pramantik ditetapkan Menkes sebagai ikon pencegahan dan penanggulangan DBD hasil inovasi Kabupaten Blitar. Kemenkes juga telah mewajibkan daerah lain di seluruh Indonesia untuk menerapkan program ini dalam penanganan kasus serupa.
(iwd/iwd)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed