DetikNews
Kamis 12 Oktober 2017, 15:49 WIB

Kiai dan Lembaga NU Dihina di Medsos, Ansor Lapor ke Polda Jatim

Rois Jajeli - detikNews
Kiai dan Lembaga NU Dihina di Medsos, Ansor Lapor ke Polda Jatim Foto: Rois Jajeli
Surabaya - Gerakan Pemuda Ansor mendatangi Unit Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Jatim. Mereka melaporkan akun di media sosial yang diduga melakukan ujaran kebencian dan penghinaan terhadap para kiai, Ketua Umum PP GP Ansor hingga lambang lembaga Nahdlatul Ulama (NU).

"Kami datang ke Cyber Crime untuk melaporkan dugaan tindakan ujaran kebencian yang dilakukan beberapa akun di media sosial facebook," ujar Achmad Budi Prayoga, kuasa hukum pelapor kepada wartawan di depan gedung Cyber Crime Polda Jatim, Jalan A Yani, Surabaya, Kamis (12/10/2017).

Beberapa akun di FB yang dilaporkan ke polda diantaranya, akun Generasi Muda NU Jawa Timur yang mengunggah lambang NU dan dimodifikasi menjadi NU Protestan, Nahdlatul Ulama Cabang Kristen penyembah yesus kristus.

Selain itu juga memposting foto Yenny Wahid (putri almarhum Gus Dur) saat mendampingi Presiden Jokowi kunjungan ke Pondok Pesantren di Sumenep, Madura.

Dalam postingannya, akun tersebut menuliskan "Jilbob itu harom....Rambut kelihatan itu aurat.... Ketat, menonjol dan kebuka itu aurat. Buka aurat hukumnya harom. Meski dalam dunia dicap anak wali. Wali apa? wali murid dsb....."

Kiai dan Lembaga NU Dihina di Medsos, Ansor Lapor ke Polda JatimFoto: Rois Jajeli

Akun Generasi Muda NU Jatim juga memposting foto dan menuliskan "Gus Mus pelukis cabul (sebenarnya) tidak pantas disebut gus meski dia anak kyai....".

Ansor juga melaporkan akun Zabid Mochammad yang memposting kalimat 'Gus Yaqut iblis bermuka gus!!!', serta mempsoting.

"Kita menyerahkan sepenuhnya kepada kepolisian, untuk menyelidiki dan mengungkap kasus ujaran kebencian ini, agar tidak menimbulkan keresahan warga NU," ujarnya.

A Gufron Siradj, pengurus dari PP GP Ansor menambahkan, para kiai resah terhadap akun-akun di media sosial yang menghina dan menghujat para kiai.

"Perbedaan pendapat itu hal biasa. Tapi kalau dengan ujaran kebencian dan menimbulkan keresahan, itu harus ditindak secara hukum," katanya.

Ditanya tentang akun yang namanya Generasi Muda NU Jawa Timur, kata Gufron, akun tersebut bukan dari lembaga atau badan otonom NU.

"Nggak mungkin lah NU kayak gitu. Bukan karakter NU ngata-ngatain orang. Kita itu sudah melakukan tabayun," terangnya.

Katanya, beberapa akun yang menyebarkan ujaran kebencian sudah didatangi oleh pengurus Ansor. Namun, mereka tidak ada itikad baik melakukan permohonan maaf.

"Kita sudah melakukan tabayyun. Tapi mereka tidak ada itikad baik, ya sudah kita selesaikan secara hukum di negeri ini," tandasnya.
(roi/bdh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed