detikNews
Rabu 27 September 2017, 16:35 WIB

Polisi Surabaya Kembali Tembak Mati Bandit Jalanan

Imam Wahyudiyanta - detikNews
Polisi Surabaya Kembali Tembak Mati Bandit Jalanan Kapolrestabes Surabaya menunjukkan dada pelaku yang ditembus peluru (Foto: Imam Wahyudiyanta)
Surabaya - Polisi kembali menembak mati penjahat jalanan. Kali ini yang mendapat tindakan tegas dari polisi adalah pelaku perampokan dan pembunuhan.

Setelah empat bulan buron, Ahmad Fauzin akhirnya terdeteksi. Namun saat dia ditangkap, dia melawan menggunakan pisau penghabisan. Polisi pun terpaksa menembaknya hingga pria 32 tahun itu tewas.

"Ini pesan dari kami. Serse kami militan. Kami tidak ada ampun kepada penjahat raja tega," ujar Kapolrestabes Surabaya Kombespol Mohammad Iqbal saat melakukan rilis di kamar jenazah RSU dr Soetomo, Rabu (27/9/2017).

Iqbal mengatakan, Fauzin memang seorang raja tega. Pada Jumat, 12 Mei 2017, Fauzin dan tiga temannya melakukan perampokan terhadap pasutri pengusaha sembako, Lilis Suryani (43) dan Go Hong Bun alias Awen (42), warga Babatan Pantai, Kenjeran.

Peristiwa itu terjadi di depan toko mereka, Toko Sumber Rejeki di Jalan Kapas Krampung. Setelah satu pelaku merampas tas yang dibawa Lilis, Awen melawan. Dia berusaha merebut tas yang telah dirampas tersebut. Namun usahanya dihalang-halangi Fauzin yang kemudian membacoknya.

Polisi menunjukkan barang bukti milik pelakuPolisi menunjukkan barang bukti milik pelaku (Foto: Imam Wahyudiyanta

Fauzin membacokkan pisau panjangnya secara membabi buta ke tubuh Awen. Tubuh Awen terbacok pada perut, lengan kanan, dan telapak tangan kiri. Awen tewas dalam perjalanan ke rumah sakit.

Fauzin dini hari tadi terdeteksi hendak menuju ke Madura melalui Jalan Kedungcowek. Kebetulan sebelum Jembatan Suramadu, petugas melakukan penyekatan. Fauzin pun putar balik. Mengetahui itu, polisi mengejarnya.

Saat sudah terkejar, Fauzin disuruh menyerah. Bukannya menyerah, pria warga Jalan Wonosari Lor itu justru mengeluarkan pisau penghabisan. Dia menyerang salah satu polisi. Polisi pun mengeluarkan tembakan peringatan agar Fauzin tak meneruskan aksinya.

Namun tembakan peringatan itu tak digubris. Polisi pun menembak ke tubuh Fauzin. Dua peluru mengarah ke dada bagian kiri. Fauzin pun terjengkang jatuh. Dalam perjalanan ke rumah sakit, nyawa Fauzin tak taertolong.

"Apa yang dilakukan anggota sudah sesuai dengan SOP. Apa yang dilakukan pelaku sudah mengancam nyawa anggota," kata Iqbal.

Iqbal kembali berpesan agar para bandit di Surabaya segera kembali ke jalan yang benar. Bila berbuat aksi kriminal, anggota tak segan-segan bertindak tegas.

"Ini Surabaya. Tak ada peluang bagi penjahat. Boleh mereka kabur 1-2 hari, namun kami akan menemukan mereka," tandas Iqbal.

Barang bukti milik pelakuBarang bukti milik pelaku (Foto: Imam Wahyudiyanta)

(iwd/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com