DetikNews
Selasa 19 September 2017, 18:47 WIB

Mobil Gentong Made in Polisi ini Bantu Warga yang Kekeringan

Adhar Muttaqin - detikNews
Mobil Gentong Made in Polisi ini Bantu Warga yang Kekeringan Dengan mobil gentong ini, warga terbantu dalam hal pasokan air (Foto: Adhar Muttaqin)
Trenggalek - Sebuah mobil operasional polisi di Trenggalek yang biasanya digunakan untuk patroli keaamanan diubah menjadi mobil 'gentong'. Tujuannya untuk membantu warga dalam penyediakan air bersih akibat kekeringan.

Kursi belakang mobil jenis Toyota Kijang milik Polsek Dongko, Trenggalek dicopot dan diganti dengan tandon air berkapasitas 1800 liter. Perlu waktu seminggu untuk melakukan modifikasi itu.

"Kebetulan di wilayah Kecamatan Dongko dalam beberapa minggu ini mengalami kekeringan, sehingga banyak warga yang mengalami kekurangan air bersih. Kami mengubah fungsi kendaraan menjadi kendaraan patroli gentong untuk membantu warga," kata Kapolres Trenggalek AKBP Donny Adityawarman, Selasa (19/9/2017).

Donny mengaku dalam satu hari tim polsek memasok bantuan air bersih antara dua hingga tiga pengiriman, dengan jumlah setiap pengiriman mencapai 1800 liter. Pengiriman dilakukan secara bergiliran di wilayah yang terdampak kekeringan.

"Jadi pindah-pindah, dimana warga membutuhkan kami coba layani, tapi karena keterbatasan makanya dilakukan secara bergantian," imbuhnya.

Perlu waktu seminggu untuk memodiffikasi mobil ini Perlu waktu seminggu untuk memodiffikasi mobil ini (Foto: Adhar Muttaqin)

Sementara itu Kapolsek Dongko AKP Tri Basuki mengaku modifikasi kendaraan tersebut rutin dilakukan setiap kali terjadi musim kekeringan. Dua tahun yang lalu pihaknya juga melakukan hal yang sama untuk membantu warga dalam penyediaan air bersih.

"Ini sekaligus menjalankan fungsi patroli juga, karena sekaligus untuk menyapa warga secara langsung. Untuk hari ini kami berada di RT 1 RW 1 Desa Pandean" ujarnya.

Dikatakan Donny, patroli gentong tersebut juga sekaligus untuk menekan konflik antar warga dalam mencari air bersih, karena selama ini warga sering berebut air saat mencari di mata air maupun sungai.

"Karena sumber air itu stoknya juga sedikit, makanya dengan bantuan ini bisa meminimalisir konflik itu, karena otomatis yang cari ke sungai lebih sedikit," jelasnya.

Dijelaskan Donny, di wilayah Kecamatan Dongko terdapat tiga desa yang terdampak kekeringan yakni Desa Pandean, Cakul, dan Desa Petung. Air bersih yang biasanya bisa disalurkan melalui selang-selang kecil kini tidak dapat difungsikan, karena mata air yang ada telah mengering.

Salah seorang warga, Kasipah, mengaku, kondisi kekeringan di desanya mulai terjadi sejak tiga bulan terakhir. Sebelum ada bantuan air bersih, warga biasanya mengambil air bersih dari sungai yang berjarak satu kilometer dari perkampungan.

"Kalau yang punya motor ya pakai motor, kalau yang tidak punya ya harus jalan kaki, karena yang biasanya pakai selang itu sudah tidak bisa," katanya.

Kasipah mengaku sangat terbantu dengan adanya kiriman air bersih dari pihak kepolisian. Air bantuan tersebut hanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan memasak dan minum.

"Sedangkan untuk kebutuhan lain, seperti cuci baju maupun mandi ya tetap ke sungai," jelasnya.

Kapolres Trenggalek ikut serta membantu menyalurkan airKapolres Trenggalek ikut serta membantu menyalurkan air (Foto: Adhar Muttaqin)

(iwd/iwd)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed