DetikNews
Kamis 14 September 2017, 12:39 WIB

Pilgub Jatim 2018

Berhitung Peluang Gus Ipul Setelah Risma Menolak Jadi Cagub Jatim

Budi Sugiharto - detikNews
Berhitung Peluang Gus Ipul Setelah Risma Menolak Jadi Cagub Jatim Tri Rismaharini
Surabaya - Meski sudah mengantongi dukungan dari PKB, Saifullah Yusuf (Gus Ipul) masih berharap tiket calon gubernur (cagub) dari PDIP.

Penolakan Wali Kota Trismaharini menjadi cagub Jatim dipandang tidak begitu saja akan memuluskan jalan Gus Ipul mendapat dukungan dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.
Bupati Anas dan Gus Ipul

"Memang ini memberikan peluang besar kepada Gus Ipul untuk memperoleh rekomendasi dari PDI Perjuangan," terang Airlangga Pribadi, pengajar Departemen Politik FISIP Universitas Airlangga kepada detikcom, Kamis (14/9/2017).

Namun, CEO The Intiative Institute itu melihat dengan rekomendasi yang nantinya diberikan PDIP bukan berarti Gus Ipul yang sudah mendapat dukungan PKB itu akan mudah menang pada Pilgub Jatim yang digelar 2018.

Karena isu yang cukup santer menyebut Ketua PP Muslimat Khofifah Indar Parawansa akan dicalonkan sejumlah partai menjadi gubernur. Jika benar, Gus Ipul diprediksi akan berkeringat untuk bisa menyisihkan Khofifah yang sekarang masih menjabat menteri sosial.

"Di sisi lain bukan berarti Gus Ipul dapat dengan mudah untuk memenangkan pilgub, mengingat bahwa popularitas maupun elektabilitasnya bersaing dengan Khofifah", terang Airlangga.
Mensos Khofifah Indar Parawansa/Foto: Dok. Kemensos


Airlangga menilai Gus Ipul dan Khofifah merupakan figur dari nahdliyin yang sama-sama memiliki basis dan dukungan di akar rumput yang cukup besar.

Karena saling memiliki basis, Airlangga melihat sosok calon wakil gubernur memiliki peranan yang cukup strategis.

"Variabel penting yang juga harus dipertimbangkan adalah posisi cawaguh akan menjadi strategis," kata lulusan Asia Research Murdoch University, Australia ini.

Saat ini, cawagub yang sudah namanya melambung di bursa adalah salah satunya Abdullah Azwar Anas. Bupati Banyuwangi dari NU ini, kata dia, memiliki elektabilitas yang tinggi di sejumlah lembaga survei.

"Tokoh seperti Abdullah Azwar Anas menjadi calon yang patut dipertimbangkan mengingat tingkat elektabilitas terhadap dirinya untuk posisi cawagub menguat," kata Airlangga.

Bupati Trenggalek Emil Dardak naik reog


Sebenarnya, kata Airlangga, tokoh muda menjadi kepala daerah yang memiliki kinerja bagus dan mempresentasikan kelompok nasionalis juga layak menjadi pertimbangan.

"Seperti Bupati Trenggalek Emil Dardak juga patut menjadi pertimbangan," ujar Airlangga.

Jika nantinya PDIP koalisi dengan PKB mengusung Gus Ipul-Anas yang keduanya berlatar belakang NU, bagaimana cawagub Khofifah? "Bisa Emil, misalnya bisa menjadi penguat dukungan," jawabnya.
Berhitung Peluang Gus Ipul Setelah Risma Menolak Jadi Cagub JatimBupati Emil Elestianto Dardak didampingi istrinya Arumi Bachsin saat sungkeman


Emil, kata Airlangga, mewakili figur sebagai pemimpin muda, cerdas dan mengelola Trenggalek dengan baik. Emil dinilai juga merupakan represenstasi kelompok nasionalis.

"Bisa menjadi daya magnet," katanya.
(ugik/bdh)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed