detikNews
Minggu 20 Agustus 2017, 22:08 WIB

Bupati Anas Gelar Ngebangi di Terminal Green Bandara Blimbingsari

Ardian Fanani - detikNews
Bupati Anas Gelar Ngebangi di Terminal Green Bandara Blimbingsari Foto: Ardian Fanani
Banyuwangi - Bupati Abdullah Azwar Anas dan masyarakat Banyuwangi menggelar 'Ngebangi' di terminal Bandara Blimbingsari, Minggu (20/8/2017) malam. Ngebangi adalah selamatan yang dilakukan oleh masyarakat Banyuwangi, sebelum sebuah rumah dihuni.

Terminal yang mengusung tema 'Green Building' ini memang belum dioperasikan, namun kegiatan ini merupakan awal dari proses operasional Green Airport ini. Prosesi Ngebangi diawali dengan salat maghrib berjamaah. Dilanjutkan dengan khataman Al-quran. Selanjutnya, digelar makan bersama dengan hidangan ancak.

Bupati Anas mengatakan, Pemkab Banyuwangi selalu menerapkan tradisi leluhur. Ini merupakan kepercayaan masyarakat Banyuwangi agar Bandara Blimbingsari mendapatkan berkah. Tak hanya itu, Bandara Blimbingsari bisa memberikan manfaat bagi pemkab dan masyarakat Banyuwangi.

"Ini bukan tasyakuran. Ini selamatan agar terminal baru bandara ini membawa berkah bagi rakyat Banyuwangi. Kalau di sini disebut Ngebangi," ujar Anas kepada sejumlah wartawan.

Dalam kesempatan itu, Bupati Anas juga mengundang sejumlah anggota Forum Pimpinan Daerah (Forpimda). Ditambah lagi sejumlah Wa nggo ya dewan dan guru ngaji di sekitar bandara. Tak hanya itu, keluarga mantan bupati juga diundang dalam acara tersebut. Yang bisa hadir adalah istri almarhum Bupati Samsul Hadi, Erna Samsul Hadi.

Anas menuturkan, pihaknya sengaja mengundang pimpinan parpol dan anggota dewan. Sebab, tanpa dukungan dewan, program-program pembangunan pemkab, termasuk pembangunan bandara, tidak bisa direalisasikan.

"Kami juga mengundang keluarga para mantan bupati, termasuk Ny. Erna Samsul Hadi. Karena Almarhum Pak Samsul berperan besar pada rangkaian proses pembangunan bandara ini," kata dia.

Terminal Bandara Banyuwangi berkonsep hijau dan mengadopsi budaya lokal. Sebagian besar bahan yang digunakan adalah kayu bekas. Terminal bandara mengedepankan konsep rumah tropis dengan penghawaan alami, sehingga nyaris tanpa AC. Desain interior minim sekat untuk menjamin sirkulasi udara dan sinar matahari. Hampir setiap sudut terminal dikelilingi kolam ikan untuk mengoreksi tekanan udara, sehingga suhu ruang tetap sejuk.

"Sehingga ini bukan hanya bandara, tapi landmark baru yang menarik wisatawan," kata Anas.
(fat/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com