DetikNews
Selasa 15 Agustus 2017, 11:27 WIB

'Pembunuh' Pelajar di Situbondo Bawa Motor untuk Pamit ke Istri

Ghazali Dasuqi - detikNews
Pembunuh Pelajar di Situbondo Bawa Motor untuk Pamit ke Istri Foto: Ghazali Dasuki/File
Situbondo - Fathor Rasi (25), dijadikan tersangka kasus tewasnya Riko, pelajar SMAN di Situbondo. Kuasa hukum tersangka memastikan, jika kematian Riko bukan karena faktor kesengajaan. Mereka hanya berniat mabuk-mabukan, namun kebablasan. Karena itu, polisi menjerat tersangka dengan pasal 76C juncto pasal 80 ayat 3 UU Perlindungan Anak.

"Ancaman hukumannya 15 tahun penjara. Karena itu, saya dan saudara Jayadi ini ditunjuk polisi untuk menjadi pengacara tersangka. Keterangan klien kami, memang tidak ada niatan untuk membunuh, apalagi untuk menguasai harta korban," kata kuasa hukum tersangka, Jhony Zaini Sasmanto di Mapolres Situbondo, Selasa (15/8/2017).

Usai mengantar korban Riko ke rumah sakit, tersangka Fathor langsung menghilang. Saat dikontak, dia sempat berusaha mengelabui polisi dengan menyebut dirinya sedang berada di wilayah Besuki. Namun dalam tempo cepat, Fathor justru berhasil diamankan polisi di wilayah Banyuwangi.

Didampingi kuasa hukumnya, Fathor menyebut dirinya sengaja pergi ke Banyuwangi untuk pamitan kepada istri dan ibu angkatnya, yang selama ini tinggal di Banyuwangi. Dia berpamitan, karena sudah yakin ulahnya terhadap korban yang baru dikenalnya selama bulan itu berujung di meja kepolisian.

Namun karena panik, di perjalanan tersangka membuang HP jenis andriod dan 2 tas milik korban ke sungai di Banyuwangi. Dari hasil pencarian polisi, satu tas berisi STNK sepeda motor, knalpot dan lainnya, berhasil ditemukan. Sementara ponsel dan satu tas lainnya tidak ditemukan.

"Tas dan HP itu saya buang karena waktu itu saya panik. Tapi saya tidak ada niatan membawa kabur sepeda motornya. Sepeda motor itu hanya saya bawa ke Banyuwangi untuk pamit ke mama dan istri. Kalau saya niat mau curi, tentu sepeda motor itu sudah saya bawa kabur jauh," tutur tersangka Fathor.

Jhoni meyakinkan, kliennya membawa sepeda motor korban ke Banyuwangi murni karena ingin pamit ke ibu dan istrinya. Buktinya, usai berpamitan kliennya langsung menemui anggota kepolisian Situbondo yang sengaja menyusul kliennya ke Banyuwangi. Mereka bertemu di dekat rumah sakit di Banyuwangi. Saat itu juga, kliennya juga langsung menyerahkan diri bersama sepeda motor milik korban.

"Jadi klien kami menemui petugas yang ke Banyuwangi dan langsung menyerahkan di sana. Sebagai kuasa hukum, jelas kami akan melakukan upaya hukum untuk meringankan tersangka. Soal pengajuan penangguhan penahanan untuk kasus seperti ini memang tidak mungkin kami lakukan," tegas Jhoni Zaini Sasmanto.
(fat/fat)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed