Adalah GR, anak yang dikabarkan telah ditelantarkan. Karena ditelantarkan itulah kepala bocah 12 tahun itu mengalami luka hingga memborok dan bernanah.
"Itu fitnah. Tidak ada penelantaran," ujar Pengelola Panti Asuhan Darul Mustofa Lasni Mulyani Rahayu kepada wartawan di Kantor Dinas Sosial Surabaya, Jalan Gebang Putih, Kamis (20/7/2017).
Lasni mengakui bahwa GR merupakan salah satu dari 30 anak yang diurus panti. GR berada di panti bersama kakaknya, CPA yang berusia 15 tahun. Kakak beradik ini diasuh oleh panti sejak tahun 2012.
"Ibunya yang menyerahkan ke kami untuk dititipkan, dirawat, dan dijaga karena ketidak mampuan ekonomi" ujar Lasni.
Selama dirawat dan diasuh di panti, Lasni mengaku memperlakukan GR dan CPA sama seperti anak panti yang lain. GR dan CPA juga bersekolah. GR bersekolah di MI Baiturrahman, Kedurus dan saat ini naik kelas 6. Sementara kakaknya, CPA, bersekolah di SMP Siti Aminah, Gunungsari dan saat ini duduk di kelas 2.
Tentang keseharian GR dan CPA di panti, Lasni mengatakan bahwa kedua anak tersebut memang cukup nakal. Tetapi nakalnya masih terbilang nakal anak kecil dan itu wajar. Dan itu tidak menjadi masalah bagi pihak panti.
"Kami memperlakukan anak-anak kami dengan baik. Tidak ada penelantaran," tandas Lasni. (iwd/fat)










































