DetikNews
Rabu 19 Juli 2017, 14:34 WIB

Rugikan Negara Rp 150 Juta, Kades di Mojokerto Ditahan Kejaksaan

Enggran Eko Budianto - detikNews
Rugikan Negara Rp 150 Juta, Kades di Mojokerto Ditahan Kejaksaan Nanang Harianto digelandang penyidik/Foto: Enggran Eko Budianto
Mojokerto - Kejaksaan Negeri Mojokerto menahan Kepala Desa (Kades) Jatidukuh, Gondang Nanang Harianto (53), Rabu (19/7/2017). Oknum kades ini diduga korupsi pembangunan pagar, pengadaan mebel dan pembangunan kantor desa yang merugikan negara Rp 150 juta.

Sekitar pukul 11.30 Wib, Nanang digelandang keluar oleh penyidik Seksi Pidana Khusus Kejari Mojokerto dari ruang pemeriksaan. Sempat diperiksa sejak pukul 09.00 Wib, tersangka akhirnya harus memakai rompi oranye. Pria bertubuh kurus ini dikirim ke Lapas Klas IIB Mojokerto untuk menjalani penahanan setelah ditetapkan sebagai tersangka.

"Tersangka NH (Nanang) selaku Kades Jatidukuh kami tahan selama 20 hari ke depan di lapas. Yang bersangkutan diduga korupsi dana APBDes tahun 2015," kata Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Mojokerto Fathurrahman kepada wartawan di kantornya.

Fathurrahman menjelaskan, modus korupsi yang dilakukan Nanang bervariasi. Tersangka diduga membuat proyek fiktif pembangunan pagar kantor Desa Jatidukuh senilai Rp 93,5 juta tahun 2015. Dalam laporan keuangan desa, proyek swakelola desa tertulis sudah terbangun.

"Pembangunan pagar tahun 2015 ternyata tidak ada realisasinya, baru di APBDes tahun 2016 dianggarkan lagi untuk menutupi proyek fikfif tahun 2015," terangnya.

Selain itu, lanjut Fathurrahman, di tahun yang sama tersangka diduga melakukan korupsi pembangunan kantor Desa Jatidukuh senilai Rp 243,5 juta. Pengadaan mebel untuk kantor Desa Jatidukuh Rp 8 juta juga tak luput dari rekayasa tersangka.

"Karena swakelola, antara bahan-bahan bangunan yang dibeli dengan kwitansi terdapat perbedaan, ada pembelian bahan yang tak bisa dipertanggungjawabkan tersangka. Begitu juga pengadaan mebeler," ujarnya.

Akibat perbuatan tersangka, kata Fathurrahman, kerugian negara mencapai Rp 150 juta. "Kerugian negara secara akumulasi dari ketiga pekerjaan itu (pembangunan pagar, mebel dan kantor desa) Rp 150 juta," ungkapnya.

Fathurrahman menambahkan, Nanang dijerat dengan Pasal 2 dan 3 juncto Pasal 18 UU RI No 31 tahun 1999 yang diubah dengan UU RI No 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. "Ancaman hukumannya 20 tahun penjara," terangnya.

Fathurrahman memastikan, penyidikan kasus korupsi di Desa Jatidukuh ini terus dikembangkan. Diduga masih ada keterlibatan perangkat desa lainnya.

"Keterlibatan bendahara desa dan sekretaris desa masih kami dalami. ada keterangan berbeda antara beberapa saksi. Dalam persidangan nanti kami lihat," tandasnya.

Kuasa Hukum tersangka Kholil Askohar meminta Kejari Mojokerto tak tebang pilih untuk mengungkap kasus korupsi di Desa Jatidukuh. Dari pengakuan Nanang kepada dirinya, proyek fiktif pembangunan pagar kantor Desa Jatidukuh juga melibatkan Sekretaris Desa.

"Dari cerita klien saya, sekdes juga terlibat karena sekdes menyetujui proyek tersebut. Harusnya penegak hukum bertindak adil," tandasnya.
(bdh/bdh)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed