Hendro Mengeluh Susah BAB Usai 52 Benda Tajam di Perut Diambil

Yakub Mulyono - detikNews
Selasa, 18 Jul 2017 16:50 WIB
Hendro masih menjalai perawatan di rumah sakit/Foto: Yakub Mulyono
Jember - Hendro Widjatmiko (30), masih menjalani perawatan di RSD dr Soebandi Jember. Kini Hendro mengeluh susah buang air besar (BAB) pascaoperasi pengambilan 52 benda dari perutnya.

"Belum buang air besar sama sekali setelah operasi, susah kayaknya. Perut rasanya pingin buang air besar tapi tidak bisa," kata Hendro saat ditemui detikcom, Selasa (18/7/2017).

Sementara untuk buang air kecil, Hendro mengaku tidak ada masalah. Apalagi dokter telah memasang selang dari saluran kencing ke kantong plastik yang diletakkan di sisi tempat tidur. Jadi, pria itu tak perlu naik turun ranjang untuk ke kamar mandi ketika ingin buang air kecil.

"Kalau kencing tidak ada masalah, lancar-lancar saja. Tinggal buang air besarnya itu yang masih susah. Kadang sampai perut terasa sakit," katanya.

Mengenai asupan makanan, Hendro mengaku baru diperbolehkan minum. Dia belum diperbolehkan makan apapun. "Bubur juga belum, masih sebatas air putih. Kemarin sempat (air) susu. Jadi memang belum boleh makan. Mungkin perut saya belum kuat," katanya.

Ibunda Hendro, Siti Khadijah mengatakan, Hendro dipindah dari HCU ke ruang Mawar kemarin malam. Tubuh Hendro juga terlihat masih lemah. "Masih diinfus, tubuhnya juga masih terlihat lemah. Lebih banyak tidur. Dia juga mengeluh perutnya sakit kalau sering diajak bicara," kata Siti Khadijah.

Sementara itu, humas RSD dr Soebandi Jember, Justina Evi Tyaswati menyatakan, keluhan Hendro tentang susah BAB merupakan suatu hal yang wajar. Pasalnya, asupan makanan yang masuk ke perut Hendro belum lancar. Demikian juga saluran pencernaannya usai menjalani operasi.

"Namanya orang usai menjalani operasi, makanan dan asupan makanannya kan belum lancar. Jadi itu bukan kesulitan (BAB), soalnya orang kalau habis operasi, Apalagi operasinya di saluran penceranaan, itu satu minggu saluran pencernaannya baru lancar," terangnya.

Secara medis, menurut Evi itu merupakan suatu hal yang wajar. Bukan berarti bahwa itu merupakan kendala atau error akibat dari proses operasi. Jadi, itu memang murni fase-fase yang dialami seseorang usai menjalani operasi.

"Kalau dioperasi kan dibius total tiga jam. Nah itu kan dengan sendirinya itu pembiusan mempengaruhi kerja organ-organ tubuh. Apalagi dia kemarin kan operasinya di usus. Jadi, rata-rata memang semua yang habis operasi di saluran penceranaan itu BAB-nya nggak bisa langsung lancar," pungkas Evi. (bdh/bdh)