DetikNews
Senin 17 Juli 2017, 19:08 WIB

Selama Jabat Kasat Reskrim, AKBP Shinto Ungkap 8 Kasus Pembunuhan

Imam Wahyudiyanta - detikNews
Selama Jabat Kasat Reskrim, AKBP Shinto Ungkap 8 Kasus Pembunuhan Salah satu lokasi pembunuhan (Foto: Istimewa)
Surabaya - Selama menjabat Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Shinto Bina Gunawan Silitonga telah mengungkap delapan kasus pembunuhan. Hanya satu kasus pembunuhan yang belum mampu diungkap.

Berikut adalah delapan kasus pembunuhan yang diungkap Shinto,

1. Pembunuhan terhadap Rafi Perdana Saputra (5), warga Griya Citra Asri, Benowo. Rafi dibunuh oleh Bagus Raditia (35) pada Senin (6/6/2016). Motif kasus ini adalah pelaku yang sakit hati selalu diejek korban.

2. Pembunuhan terhadap Ni Made Prabawati Gowinda Dewadatta (18). Gowinda dibunuh oleh kekasihnya sendiri, ARU (17) pada Kamis (6/10/2016). Mayat Gowinda dibunuh dan ditemukan di semak-semak di belakang Apartemen Puncak Kertajaya Permai, Sukolilo. Motif pembunuhan tersebut adalah emosi dan sakit hati.

3. Pembunuhan terhadap Yayuk, warga Kali Bader, Taman, Sidoarjo. Yayuk yang bekerja sebagai SPG itu dibunuh oleh Eyglesias Satriadil Sulwiedyardo alias aldo (18) dan Clint Dongan Hutabarat alias Clinton pada Minggu (18/12/2016). Yayuk dibunuh di jembatan tol Gunungsari dan mayatnya dihanyutkan di sungai. Mayat Yayuk ditemukan di Mangrove Wonorejo pada Jumat (23/12/2016).

4. Pembunuhan terhadap Mochamad Djohan Arifin, warga Juwingan. Djohan dibunuh oleh Untung, Farid Maulana, Sunar, dan Pak Ek pada Senin (2/1/2017). Awalnya kasus ini dianggap kasus tenggelam karena mayat Djohan ditemukan di Kali Mas di Jalan Ketabang Kali. Motif kasus ini adalah emosi yang berakhir dengan perkelahian.

5. Pembunuhan terhadap Nova Ardiansyah (22) warga Kebonsari, Jambangan. Novan ditemukan tewas tenggelam pada Selasa (17/1/2017). Awalnya kasus ini dianggap kasus tenggelam. Pelaku pembunuhan adalah Rahman Oktavian, Wanto, dan Habib. Motif kasus ini adalah korban tidak membayar hutang narkoba kepada tersangka.

6. Pembunuhan terhadap seorang pembantu bernama Tasri (48), warga Tuban, di Puncak Permai I/33 pada Sabtu (1/4/2017). Pelaku adalah Vian Ahmad Fauzi (19). Motif kasus ini adalah menguasai harta benda korban.

7. Pembunuhan Subianto, warga Jalan Krakatau 24, Petemon, Sawahan. Subianto dibunuh oleh sepupunya sendiri, Agung alias Anton, pada Kamis (9/2/2017). Motif ini adalah sakit hati.

8. Pembunuhan terhadap seorang pembantu bernama Busani (48), warga Tuban, di Kupang Indah pada Selasa (31/6/2017). Pelaku adalah pembantu sebelah rumah bernama Solikhah Indah (18), warga Blora. Mayat Busani ditemukan pada Kamis 2/6/2017). Motif kasus ini adalah menguasai harta benda korban.

Sementara satu kasus yang belum diselesaikan adalah kasus pembunuhan di Kapas Krampung. Pelaku membunuh Go Hong Bun alias Awen (42). Awen berusaha menolong istrinya yang tas berisi uangnya hendak dirampas. Dalam kasus ini polisi belum menangkap pelaku yang kaur ke Jakarta. Namun polisi mengamankan istri pelaku yang menerima uang hasil kejahatan suaminya.

Selain kasus pembunuhan, Shinto juga memberi tindakan terukur tegas (tembak mati) terhadap 11 penjahat jalanan, mengungkap 19 kasus melalui satgas pangan, dan menuntaskan 7 kasus korupsi.
(iwd/fat)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed