DetikNews
Senin 17 Juli 2017, 17:49 WIB

Kasat Reskrim Berganti, Kombes Iqbal: Yang Baru Harus Lebih Kereng

Imam Wahyudiyanta - detikNews
Kasat Reskrim Berganti, Kombes Iqbal: Yang Baru Harus Lebih Kereng Setijab jabatan Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya (Foto: Istimewa)
Surabaya - Jabatan Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya berganti. AKBP Shinto Bina Gunawan Silitonga yang sudah menjabat selama 13 bulan digantikan oleh Kasat Reskrim yang baru.

Kasat Reskrim yang baru adalah AKBP Leonard M Sinambela. Leonard bukan nama yang asing di kalangan Polrestabes Surabaya. Perwira asal Medan, Sumatera Utara, ini pernah menjabat Wakasat Narkoba pada 2012-2015.

Kapolrestabes Surabaya Kombespol Mohammad Iqbal meminta agar Kasat Reskrim yang baru bekerja lebih giat dari kasat sebelumnya. Kasat yang baru agar tidak memberi ampun kepada pelaku kejahatan di Surabaya.

"Kasat Reskrim yang baru harus dua kali lebih kereng (garang) dari kasat sebelumnya," ujar Iqbal seusai memimpin acara sertijab di Gedung M Yasin Polrestabes Surabaya, Senin (17/7/2017).

Terhadap kinerja Shinto, Iqbal memberi apresiasi. Selama tujuh bulan bekerja bersama, Shinto telah mampu mengungkap banyak kasus baik kasus kejahatan jalanan maupun kasus atensi.

"Selama bekerja bersama, pak Shinto secara luar biasa mampu menerjemahkan perintah secara taktis. Membentuk Tim Anti Bandit yang mampu menangkap banyak penjahat jalanan, bahkan ditindak tegas" kata Iqbal.

Selama Shinto bekerja menjaga keamanan Surabaya, tingkat kriminalitas turun sangat signifikan. Itu juga yang membuat Iqbal dan Shinto mendapat penghargaan dari Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini atas dedikasinya membuat Kota Surabaya menjadi kota yang aman hingga tren kejahatan menurun drastis.

Shinto sendiri mengaku sangat senang bisa bekerja sama dengan keluarga Reskrim Polrestabes Surabaya. Kepada penggantinya, Shinto berpesan jika bisa Tim Anti Bandit jangan dibubarkan karena tim ini efektif dalam mengamankan Kota Surabaya.

"Program yang ada jika bisa dipertahankan, termasuk Tim Anti Bandit," kata Shinto.

Leonard sendiri sepertinya tak akan membubarkan Tim Anti Bandit. Karena Leonard mengaku bahwa kejahatan konvensional yang salah satunya adalah kejahatan jalanan (curas, curat, curanmor) merupakan salah satu prioritasnya.

"Kejahatan konvensional saat ini masih meresahkan masyarakat. Kami fokus pada itu," kata Leonard.

Untuk kasus yang menjadi PR, Leonard berjanji akan menyelesaikannya. Kasus yang belum terselesaikan itu harus diakselerasi dan didorong agar cepat selesai.

"Untuk kasus nasional seperti radikalisme kami juga tak lupa. Kami bekerja dalam rangka mendukung pembangunan nasional," kata Leonard.

Selain akan mempertahankan Tim Anti Bandit, Leonard juga fokus pada masalah pangan melalui Satgas Pangan. Bahkan ada satgas khusus lagi yakni satgas beras yang akan bertugas mengawasi peredaran serta fluktuasi harga beras di pasaran.

"Satgas pangan jalan terus, dan diteruskan oleh satgas beras," tandas Leonard.

Shinto sendiri berpindah ke Polda Jatim sebagai penyidik madya 4 Ditresnarkoba Polda Jatim. Sementara Leonard sebelum menjabat sebagai Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, menjabat sebagai Penyidik Madya 2 Ditreskrimsus Polda Jatim.
(iwd/fat)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed