DetikNews
Jumat 14 Juli 2017, 15:53 WIB

Anggaran Pembangunan Bendungan Tugu Bengkak Jadi Rp 1,2 Triliun

Adhar Muttaqin - detikNews
Anggaran Pembangunan Bendungan Tugu Bengkak Jadi Rp 1,2 Triliun Foto: Adhar Muttaqin
Trenggalek - Anggaran proyek pembangunan Bendungan Tugu, di Kabupaten Trenggalek membengkak hingga lebih 100 persen, dari semula Rp 619 miliar menjadi Rp 1,2 triliun akibat perubahan teknis di lapangan.

Kepala Pusat Bendungan, Direktorat SDA Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Made Sumiarsih saat mendampingi kunjungan kerja Komisi V DPR RI mengatakan, peningkatan kebutuhan anggaran disebabkan oleh beberapa faktor, diantara bertambahnya volume pekerjaan serta terjadinya perubahan beberapa desain.

"Hal ini hanya bisa diketahui setelah dilaksanakan di lapangan, walaupun sudah ada desainnya, setelah di kupas ternyata tidak sesuai," kata Made Sumiarsih kepada wartawan, Jumat (14/7/2017).

Salah satu contohnya adalah volume filter yang tidak mencukupi sehingga harus carikan hingga ke Kabupaten Tulungagung. Selain juga terdapat beberapa perubahan yang ada di lapangan sehingga kebutuhan anggaran meningkat tajam.
Bendungan Tugu di Trenggalek/Bendungan Tugu di Trenggalek/ Foto: Adhar Muttaqin

Dijelaskan, pada awalnya proyek pembangunan Bendungan Tugu mendapatkan anggaran dana dari APBN melalui Kementerian PUPR sebesar Rp 619 miliar dan dalam pelaksanaannya bertambah menjadi lebih dari Rp1,2 triliun.

"Pada tahun ini jumlah dana yang dikucurkan sekitar Rp 100 miliar, sedangkan untuk tahun 2018 mendatang sudah dianggarkan sekitar Rp115 miliar. Untuk progres pelaksanaan pekerjaan sekarang sudah 63 persen," ujarnya.

Sementara Ketua Komisi V DPR RI, Fary Djemy Fransis mengaku akan memberikan dukungan penuh terhadap penyelesaikan proyek yang pemerintah pusat tersebut, karena memiliki fungsi yang sangat penting bagi Trenggalek dan daerah sekitar.

"Kami berharap bisa segera diselesaikan dan dimanfaatkan. Kalau untuk pembebesan lahan sudah tidak ada kendala, tugas kami adalah menyuarakan dan memberikan dukungan dari sisi anggaran," katanya.

Di sisi lain Bupati Trenggalek, Emil Elestianto Dardak, berkomitmen untuk memberikan dukungan dan bersinergi dengan Kementerian PUPR untuk membantu penyelesaikan proyek bendungan sesuai dengan porsi dan kewenangan yang dimiliki oleh pemerintah daerah.

"Karena ini kepentingannya bukan hanya Kementerian PUPR saja tapi juga Trenggalek, kami bersinergi bersama-sama," ujarnya.

Terkait dengan pembengkakan biaya infrastruktur, Emil mengaku hal tersebut lazim terjadi di setiap proyek pembangunan dan tidak hanya terjadi di Indonesia saja. Mengingat sejumlah kendala bisanya hanya bisa terdeteksi saat pelaksanaan pembangunan.

"Jadi tidak bisa diprediksi seakurat mungkin sedetail mungkin pada saat dilakukan kajian, itulah yang harus ada penyesuaian biaya. Makanya tadi kami dengan Komisi V DPR RI akan memperlancar penambahan biaya," jelas Emil.

Menurutnya, mega proyek yang dibangu sejak tahun 2014 tersebut memiliki fungsi yang sangat penting untuk Kabupaten Trenggalek maupun daerah sekitarnya, salah satunya untuk mencegah terjadinya banjir bandang yang rutin terjadi setiap tahun.

Selain itu, Bendunga Tugu juga diharapkan akan mampu memberikan manfaat pengairan bari ribuan hektare sawah yang selama ini hanya mengandalkan air hujan.
(fat/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed