DetikNews
Jumat 19 Mei 2017, 20:46 WIB

Polda Jatim Segel 116 Ribu Ton Garam Impor dari Australia

Rois Jajeli - detikNews
Polda Jatim Segel 116 Ribu Ton Garam Impor dari Australia 116 Ribu Ton Garam Impor Disegel Polda Jatim/Foto: Rois Jajeli
Gresik - Ratusan ribu ton garam impor yang diduga akan dipasarkan di pasar tradisional disegel Polda Jatim. Perusahaan tersebut diduga menyalahgunakan izin pengemasan ulang garam industri ke garam konsumsi.

"Garam ini kita segel, karena diduga menyalahgunakan izin," kata Kapolda Jatim Irjen Pol Machfud Arifin, di kawasan industri Segoro Madu, Kebomas, Gresik, Jumat (19/5/2017).

Penyegelan di gudang dan produksi garam itu dilakukan Kapolda Jatim, dengan didampingi Menteri Pertanian Amran Sulaiman, dan Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf.

Ada sekitar 116 ribu ton garam yang sudah dipacking dan siap diedarkan ke pasaran, yang disegel oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jatim.

"Garam industri memiliki kadar 97 dikemas ulang menjadi garam konsumsi. Padahal, garam konsumsi kan kadarnya tidak boleh melebihi 94 persen," terangnya sambil menambahkan, pihaknya masih mengejar pemilik garam impor tersebut.

Mentan Amran Sulaiman mengatakan, terbongkarnya praktik garam ilegal ini harus menjadi pembelajaran semua pihak, agar tidak memainkan stok pangan dan melakukan pelanggaran hukum. Jika melanggar, polisi akan menindaknya.

"Contohnya, di Marunda (Jakarta) ada tiga orang tersangka karena memainkan bawang putih. Terkait cabai, empat orang dijadikan tersangka. Di Jawa Timur ada garam ddan minyak goreng," ujar Amran.

Amran mengatakan, pengusaha seperti ini yang menjadikan negara ini pada posisi sulit. Padahal, bangsa ini seharusnya memikirkan bagaimana bisa produktif.

"Tapi sampai sekarang, masih berkutat pada stabilisasi harga pangan," jelasnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf mengatakan, pemerintah akan mencabut izin usaha garam tersebut.

"Saatnya para pengusaha ini merenung dan tidak lagi menyengsarakan rakyat. Kalau garam untuk industri, mestinya jangan diedarkan untuk konsumsi," jelas Wagub yang akrab disapa Gus Ipul.
(roi/bdh)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed