DetikNews
Kamis 18 Mei 2017, 15:15 WIB

Direktur Pemenang Lelang Fasilitas Bawang Merah Diperiksa Polisi

Muhammad Aminudin - detikNews
Direktur Pemenang Lelang Fasilitas Bawang Merah Diperiksa Polisi Foto: Tri Ispranoto/detikcom
Malang - Polres Malang rupanya ingin bergerak cepat dalam merespon dugaan rekayasa lelang pengadaan fasilitas bawang merah senilai Rp 4,7 miliar oleh Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan.

Direktur CV Kinara Jaya Abadi Iwan Purdiana mengaku, hadir untuk memenuhi panggilan Unit Tipikot Satreskrim Polres Malang. Pemeriksaan mengenai legalitas dari perusahaan yang dimiliknya sebagai pemenang tender bantuan pemerintah pusat untuk petani bawang merah di Kabupaten Malang.

"Pemeriksaan terkait legalitas, keabsahan dokumen perusahaan oleh Unit Tipikor tadi," ungkap Iwan kepada wartawan di Mapolres Malang Jalan Ahmad Yani, Kepanjen, Kamis (18/5/2017).

Pemeriksaan juga dilakukan sejak pagi. Selain Iwan, dari keterangan yang dihimpun detikcom, ada beberapa orang yang juga turut dimintai keterangan oleh penyidik.

Sementara Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung membantah adanya pemanggilan atau pemeriksaan terhadap pemenang tender pengadaan fasilitas bawang merah hari ini.

"Tidak ada pemeriksaan atau pemanggilan," kata Kapolres dikonfirmasi detik.com terpisah.

Kapolres malah justru balik menanyakan pengakuan Direktur CV Kinara Jaya Abadi yang mengatakan, sudah dimintai keterangan oleh penyidik. "Kok bisa ngaku diperiksa, padahal tidak ada pemeriksaan," ujarnya bertanya-tanya.

Akan tetapi Kapolres menegaskan bahwa masih dilakukan tahap klarifikasi kepada sejumlah pihak yang terkait dengan persoalan itu. "Masih klarifikasi, belum ada hasil," tegasnya.

Badan Pekerja Malang Corruption Watch (MCW) Fahruddin mengatakan, dugaan rekayasa lelang di lingkungan Pemkab Malang bukan kali ini saja. Hampir setiap proses lelang melibatkan nilai anggaran besar berpotensi adanya 'permainan'.

"Rekayasa lelang sering terjadi di kabupaten (Pemkab Malang). Tahun lalu kami sudah melakukan kajian terhadap CV yang memenangkan tender. Hampir merata modelnya sama, ketika dicek di lapangan, keberadaan CV tidak ditemukan," ujar Fahrudin berbincang dengan detik.com, Kamis siang.

Fahruddin turut menegaskan, bila terjadi rekayasa lelang, maka sudah masuk dalam tindak pidana korupsi. "Dan ranah penegak hukum untuk segera menangani dengan serius," tandasnya.

Ada beragam fasilitas yang dibutuhkan dalam pengadaan itu, pertama kebutuhan pupuk organik sebanyak 480.000 kg, agen hayati 1.800 liter, dan pupuk hayati majemuk sebanyak 1.680 liter. Untuk pengembangan kawasan bawang merah seluas 120 hektare, yang terbagi menjadi dua bagian, yakni 96 hektare bagi 12 kelompok tani penerima bantuan. Yang tersebar di sembilan kecamatan, yaitu Kepanjen, Pujon, Dau, Karangploso, Turen, Wonosari, Sumberpucung, Ngajum, serta Ngantang dengan masa tanam mulai Mei-Juni 2017.

Sisanya, adalah 24 hektare kawasan bawang merah untuk dua kelompok tani di Kecamatan Dau dan Sumberpucung dengan masa tanam Maret 2017 lalu. Jadi sesuai kuota bantuan sebanyak 120 hektare.

Dari penelusuran detik.com melihat petunjuk teknis (juknis) Dirjen Hortikultura tentang pengelolaan dan penyaluran bantuan pemeringah dari laman resmi Direktorat Jenderal Hortikultura, anggaran berasal dari dana dekosentrasi untuk Program Peningkatan Produksi dan Nilai Tambah Produk Hortikultura.

Untuk meningkatan stabilnya produksi komoditas tahun 2017, bawang merah sebesar 1,3 juta ton dengan luas kawasan bawang merah 40 juta hektare dengan sejumlah pilihan komponen bantuan, yakni pupuk organik, anorganik, benih, kapur pertanian, bahan pengendali ramah lingkungan, atau pilihan menyesuaikan kebutuhan di lapangan dan kelompok tani penerima bantuan, yang diberikan kepada 120 kabupaten dari 32 propinsi.

Jawa Timur sendiri daerah penerima adalah Malang, Bojonegoro, Probolinggo, Sumenep, Nganjuk, dan Bondowoso. Untuk, Kabupaten Malang mendapatkan jatah bantuan peningkatan kawasan bawang merah seluas 120 hektare bagi 14 Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) tersebar di sembilan kecamatan, yaitu Kepanjen, Ngajum, Sumberpucung, Ngantang, Pujon, Wonosari, Karangploso, Dau, dan Turen.

Petani penerima bantuan sudah terdaftar dan menandatangani MoU sebagai petani Champion dengan Dirjen Hortikultura serta memiliki komitmen pengembangan kawasan komoditas bawang merah.

Pengadaan fasilitas bawang merah oleh Distabun Kabupaten Malang diduga sarat rekayasa dengam memenangkan CV. Kinara Jaya Abadi senilai Rp 4,7 miliar. Lelang ini mendapatkan perhatian serius dari DPRD Kabupaten Malang serta dalam penyelidikan Tim Saber Pungli dan Tindak Pidana Korupsi Satreskrim Polres Malang. CV. Kinara Jaya Abadi di tahun 2016 juga memenangkan tender bantuan kepada petani bawang merah senilai Rp 1,1 miliar, ketika legalitas perusahaan baru disahkan 14 hari.
(fat/fat)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed