DetikNews
Rabu 17 Mei 2017, 16:38 WIB

Polisi Selidiki Dugaan Rekayasa Pengadaan Fasilitas Bawang Merah

Muhammad Aminudin - detikNews
Polisi Selidiki Dugaan Rekayasa Pengadaan Fasilitas Bawang Merah Ilustrasi/Foto: Tri Ispranoto/detikcom
Malang - Polres Malang menyelidiki dugaan rekayasa pengadaan fasilitas bawang merah oleh Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (Distabun) Kabupaten Malang senilai Rp 4,7 miliar.

Sejauh ini, polres masih mengumpulkan bahan keterangan untuk lelang pengadaan yang dimenangkan oleh CV Kinara Jaya Abadi beralamatkan di Dusun/Desa Glanggang, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang.

"Kami pulbaket untuk mempelajari sejauh mana pengadaan fasilitas bawang merah, terkait dugaan adanya permainan lelang," ujar Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung kepada detikcom, Rabu (17/5/2017).

Selama penyelidikan, Kapolres meminta waktu untuk mempelajari dugaan kasus penyalahgunaan anggaran berasal dari Dirjen Hortikultura tersebut. "Masih kita selidiki nanti hasilnya akan ditindaklanjuti," beber Kapolres.

Sementara Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (Distabun) Kabupaten Malang M. Nasri mengaku siap jika keterangannya dibutuhkan aparat kepolisian dalam mengungkap dugaan rekayasa pengadaan fasilitas bawang merah tersebut.

"Dipanggil belum, tapi saya siap datang. Jangan nanti saya dipandang seperti pesakitan," ujarnya dikonfirmasi terpisah.

Nasri turut menjelaskan, bahwa dirinya baru menjabat selama empat bulan, dan semua proses lelang merupakan kewenangan Unit Layanan Pengadaan (ULP) Pemkab Malang. "Lelang ranah ULP, saya baru empat bulan jabat. Termasuk CV. Kinara Jaya Abadi sudah pernah menang tender tahun kemarin," tegasnya.

Ada beragam fasilitas yang dibutuhkan, pertama kebutuhan pupuk organik sebanyak 480.000 kgm, agen hayati 1.800 liter dan pupuk hayati majemuk sebanyak 1.680 liter. Untuk pengembangan kawasan bawang merah seluas 120 hektare yang terbagi menjadi dua bagian, yakni 96 hektare bagi 12 kelompok tani penerima bantuan.

Tersebar di sembilan kecamatan, yaitu Kepanjen, Pujon, Dau, Karangploso, Turen, Wonosari, Sumberpucung, Ngajum, serta Ngantang denMasa tanam mulai Mei-Juni 2017 ini.

Sisanya, adalah 24 hektare kawasan bawang merah untuk dua kelompok tani di Kecamatan Dau dan Sumberpucung dengan masa tanam Maret 2017 lalu. Jadi sesuai kuota bantuan sebanyak 120 hektare.

Dari penelusuran detik.com melihat petunjuk teknis (juknis) Dirjen Hortikultura tahun 2017 tentang Pengelolaan dan Penyaluran bantuan pemerintah dari website resmi Direktorat Jenderal Hortikultura, anggaran berasal dari dana dekosentrasi untuk Program Peningkatan Produksi dan Nilai Tambah Produk Hortikultura.

Program ini untuk mendukung stabilnya produksi komoditas tahun 2017, bawang merah sebesar 1,3 juta ton. Dengan luas kawasan bawang merah dengan luasan sebesar 40 juta hektare, ada sejumlah pilihan komponen bantuan seperti pupuk organik anorganik, benih, kapur pertanian, bahan pengendali ramah lingkungan, atau pilihan lain menyesuaikan kebutuhan di lapangan dan kelompok tani penerima bantuan.

Bantuan ini diberikan kepada 142 kabupaten penerima bantuan dari 32 propinsi, Jawa Timur ada enam kabupaten, yakni Malang, Bojonegoro, Probolinggo, Sumenep, Nganjuk, dan Bondowoso. Kabupaten Malang mendapatkan peningkatan kawasan bawang merah seluas 120 hektare.

Kelompok tani yang menerima bantuan sudah terdaftar dan menandatangani MoU sebagai petani Champion dengam Dirjen Hortikultura serta memiliki komitmen pengembangan kawasan komoditas bawang merah.

Pengadaan fasilitas bawang merah oleh Distabun Kabupaten Malang diduga sarat rekayasa dengan memenangkan CV. Kirana Jaya Abadi dengan nilai Rp 4,7 miliar. Lelang ini mendapatkan perhatian serius dari DPRD Kabupaten Malang serta diselidiki Tim Saber Pungli.
(fat/fat)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed