DetikNews
Jumat 28 April 2017, 19:18 WIB

54 SMP/MTs di Trenggalek Belum Siap Ikut UNBK

Adhar Muttaqin - detikNews
54 SMP/MTs di Trenggalek Belum Siap Ikut UNBK Foto: Adhar Muttaqin
Trenggalek - Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Trenggalek memastikan 54 SMP dan MTs tidak siap menyelenggarakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Sehingga tahun ini masih menggunakan Ujian Nasional Kertas Pensil (UNKP).

Kabid Pembinaan SMP Disdikpora Trenggalek, Maryono mengatakan, rincian 54 sekolah yakni 23 SMP Negeri, 19 SMP swasta dan 12 MTs swasta. Ketidaksiapan puluhan sekolah tersebut diakibatkan sejumlah faktor. Diantaranya minimnya fasilitas komputer dan server yang memadai, serta belum ada jaringan internet yang layak.

"Dari 14 kecamatan hanya dua kecamatan yang seluruh sekolahnya siap ikut UNBK, yakni Durenan dan Kecamatan Munjungan. Serta ada dua kecamatan yang sekolahnya sama sekali belum mengikuti UNBK, yakni Pule dan Dongko," kata Maryono, Jumat (28/4/2017).

Untuk sekolah yang siap mengikuti UNBK berjumlah 44 lembaga, dengan rincian 27 SMP negeri dan 8 SMP swasta, 5 MTs negeri dan 4 MTs swasta. Masing-masing sekolah akan melaksanakan UNBK secara bergelombang, tanggal 2,3,4 dan 8 Mei mendatang.

Kecamatan Munjungan, jelas dia, sempat mengagetkan panitia UNBK di tingkat kabupaten. Sebab, notabene wilayahnya terpencil namun justru menyatakan siap ikut UNBK. Menurut Maryono, pihak sekolah menilai mengikuti UNBK lebih hemat dibanding ujian konvensional atau menggunakan kertas.

"Karena kalau ujian biasa mereka harus mengambil naskah ujian ke polsek, sedangkan lokasinya jauh. Sehingga kalau dihitung-hitung anggaran yang dikeluarkan untuk bisa untuk membeli server, makanya mereka pilih beli server meskipun kecil," ujarnya.

Sedangkan untuk memenuhi kebutuhan internet, masing-masing sekolah di Kecamatan Munjungan memanfaatkan jaringan nirkabel (wifi) bekerjasama dengan Internet Service Provider (ISP) lokal.

Dia menjelaskan, untuk UNBK merupakan kali pertama digelar di Kabupaten Trenggalek. Guna mempersiapan hal tersebut, setiap sekolah berusaha semaksimal mungkin menyediakan piranti yang dibutuhkan. Bahkan masing-masing siswa juga telah mengikuti dua kali simulasi online.

"Nanti pada H-3 akan dilakukan sinkronisasi antara server lokal ke server pusat. Semoga tidak ada kendala dan seluruhnya bisa berjalan dengan lancar," imbuhnya.

Sementara terkait persiapan ujian nasional secara kovensional, saat ini seluruh naskah ujian telah didistribusikan ke masing-masing kecamatan dan dititipkan di kantor polisi hingga hari H pelaksanaan ujian.

"Nantinya, setiap pagi panitia ujian akan mengambil naskah soal ke kantor polisi dan dibawa ke sekolah penyelenggara. Untuk jumlahnya kemungkinan besar tidak ada masalah, kemarin sudah kami hitung ulang jumlah sampul yang dikirim," kata Maryono.
(fat/fat)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed