DetikNews
Jumat 21 April 2017, 14:54 WIB

17 Tahanan Polres Malang Kabur

Gergaji Diselundupkan ke Sel oleh Istri Salah Satu Tahanan

Muhammad Aminudin - detikNews
Gergaji Diselundupkan ke Sel oleh Istri Salah Satu Tahanan Foto: Istimewa
Malang - Siapa pembawa gergaji yang digunakan untuk menggergaji sel tahanan Polres Malang terungkap. Gergaji kecil itu diselundupkan IK (20), istri Abdul Rohman, salah satu tahanan yang melarikan diri besama 16 tahanan lainnya.

"Tersangka kami amankan, karena keterlibatannya memberikan gergaji. Saat besuk dibawa dan diselipkan mohon maaf di dalam pakaian dalam BH di tengah dada," ujar Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung saat merilis tersangka di Mapolres Jalan Ahmad Yani, Kepanjen, Jumat (21/4/2017).

Perbuatan tersangka, lanjut Kapolres, terungkap dari keterangan suaminya, Abdul Rohman yang ditangkap pertama kali. Abdul meminta bantuan istrinya untuk membawa gergaji saat membesuk di sel tahanan.

"Sesuai awal rencana kabur disusun, permintaam gergaji disampaikan pada 11 April lalu, kemudian baru diberikan tiga hari setelahnya. Untuk mengelabuhi petugas jaga tahanan, gergaji diselipkan di pakaian dalam itu," sambung Yade.

Kini, gergaji dengan panjang 10 centimeter beserta pakaian dalam (BH) menjadi barang bukti. IK dijerat Pasal 223 KUHP tentang perbuatan membantu tahanan kabur, subsider Pasal 170 KUHP tentang pengrusakan.

"Karena barang yang dibawa mengakibatkan teralis besi dan plafon jebol, kita juga jerat Pasal 170 tentang pengrusakan. Selain Pasal 223 KUHP, karena membantu kabur," beber Kapolres.

Dalam penyidikan terungkap, perempuan tengah mengandung benih cinta Abdul Rohman, itu membeli gergaji di toko bangunan kawasan Pasar Gondanglegi, Kabupaten Malang, pada 11 April 2017 lalu.

Bersama Abdul Rohman, tersangka tinggal di Jalan Gajayana, Desa Putat Lor, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang. Dari pernikahan beberapa tahun ini, keduanya sudah dikaruniai satu orang anak.

Agar tidak diketahui petugas, IK cukup pintar dalam menyeludupkan gergaji. Alat pemotong besi itu dibagi menjadi dua bagian, dan diselipkan di dalam pakaian dalam (BH).

"Karena pembesuk perempuan, petugas jaga tidak bisa memeriksa detil anggota tubuh. Ini yang dimanfaatkan oleh tersangka," beber Kapolres.

Seperti pengakuan awal, otak pelarian adalah Nurhadi alias Iblis, tahanan kasus narkotika. Iblis kemudian mengajak Abdul Rohman dan tiga tahanan lain. Rencana ini, sudah dirancang sejak 11 April 2017 lalu.

"Abdul Rohman mengungkap Iblis adalah otak pelarian, dan gergaji asalnya dari dia. Rencana kabur sudah disusun sejak 8 hari," ujar Kapolres.
(bdh/bdh)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed