DetikNews
Selasa 28 Maret 2017, 21:47 WIB

Tak Berizin, Reklame Iklan Smartphone di Alun-Alun Jember Dicopot

Yakub Mulyono - detikNews
Tak Berizin, Reklame Iklan Smartphone di Alun-Alun Jember Dicopot Foto: Yakub Mulyono
Jember - Satpol PP Kabupaten Jember mencopot reklame iklan smartphone yang terpasang di neon box alun-alun. Pencopotan dilakukan karena pemasangan iklan di sekitar 30 titik neon box tersebut belum mengantongi izin.

"Minggu sore (26/3), kami mendapat kabar dari Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Satu Pintu (PTSP) bahwa pemasangan reklame iklan smartphone belum mengantongi izin. Penurunan iklan kami lakukan sekitar pukul 18.30 WIB," kata Kasi Penyidikan Satpol PP Jember, Nino Eka Putra, Selasa (28/3/2017).

Menurut Nino, apa yang dilakukan pihaknya merupakan penegakan dari peraturan yang ada. "Setelah kita mendapat kepastian dari Dinas PTSP bahwa penayangan iklan belum mengantongi izin, maka kita turunkan," tambah Nino.

Sebelumnya, neon box tersebut terpasang foto sejumlah pahlawan dan disertai sejumlah kata–kata bijak mereka. Selama ini Alun-Alun Jember memang steril dari reklame maupun kegiatan berbau komersial dan politik.

Belum adanya izin penayangan dibenarkan oleh Plt Kepala Dinas PTSP Jember, Syafii. "Sementara ini tidak ada izin. Itu saja yang bisa saya sampaikan," katanya, lalu menutup sambungan telepon.

Sementara Bupati Jember dr Faida mendukung langkah Satpol PP mencopot iklan tersebut. Dia menegaskan bahwa pemasangan iklan itu memang belum mengantongi izin. "Saya tegaskan kepada Satpol PP kalau nggak ada izinnya turunkan saja. Kita harus tegakkan aturan," tegas Faida.

Dia juga menyatakan bahwa pemasangan tersebut tidak ada orang Pemkab Jember yang tahu. "Nggak ada izinnya dan tidak ada orang Pemkab (Jember) yang tahu. Jadi ya diturunkan saja," tegasnya.

Wakil Ketua DPRD Jember, Ayub Junaidi mengaku heran dengan terpasangnya iklan komersial di kawasan alun – alun. Sebab selama ini kawasan itu termasuk kawasan bebas reklame komersial maupun politik.

"Seingat saya di peraturan daerah, di alun-alun tidak diperbolehkan semua kegiatan dan reklame berbau komersial, karena alun-alun ini milik bersama, milik rakyat," kata Ayub.

Menurut legislator dari PKB ini, jika pemakaian alun-alun untuk kepentingan komersial, maka siapapun yang punya uang boleh menggunakan alun-alun. "Seingat saya saat pembuatan perda tahun 2011, saya sendiri yang meminta agar alun-alun steril, demi kepentingan masyarakat," katanya.

Manajer Regional Oppo Jember, Ahmad Junaidi, mengaku tidak tahu jika kawasan alun–alun tidak boleh untuk iklan komersial. Pasalnya, pemasangan tersebut ditangani oleh vendor dari PT Karisma.

"Itu kan (tempat reklame neon box) punya pihak kedua. Waktu itu saya tertarik ditawari space-space dia. Dia punya space di beberapa titik. Akhirnya saya beli. Jadi legalnya semua advertensi sudah ada. Namun saya juga kaget sudah dipasang seperti itu. Maksud saya, kapan hari saya bilang, itu urusan sama pemerintah sudah beres semua? Kalau sudah beres semua ya tidak masalah. Waktu itu sudah ada surat-suratnya," terang Ahmad Junaidi.

Secara implisit, Junaidi menyatakan pihaknya bukan dalam posisi yang meminta agar iklan tersebut dipasang di alun–alun. Dia hanya memilih tawaran terbaik dari titik yang ditawarkan PT Karisma selaku vendor.

"Misalkan anda seorang pembeli, beli space dari vendor (orang kedua), dan semuanya lengkap, dan kita tidak tahu seperti apa rules-nya di sini, tapi dia menawarkan. Intinya begini, kalau hari ini Bapak punya draft menu yang harus saya pesan, Bapak menampilkan menu tersebut. Bapak memilih menu yang paling enak tidak Pak?" katanya.

"Saya berharap berita itu tidak menyudutkan brand kami, karena masalahnya ada di Karisma. Saya takut bergesernya ke pencitraan brand kami yang buruk," pungkas Ahmad Junaidi.

Detikcom berusaha menghubungi Nelwan dari PT Karisma melalui sambungan telepon. Saat itu Nelwan mengaku sedang berada di rumah sakit dan minta dihubungi kembali di lain waktu. "Saya sedang di rumah sakit," katanya.

Selang beberapa lama, ketika kembali dihubungi, yang mengangkat seorang perempuan yang mengaku sebagai istri Nelwan. Dia mengatakan Nelwan sedang istirahat dan minta kembali dihubungi, Rabu (29/3). "Bapak masih istirahat, besok, coba ditelepon lagi," katanya.
(fat/fat)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed