DetikNews
Senin 20 Maret 2017, 23:59 WIB

Protes Angkutan Online

Bertemu Gubernur Jatim, Sopir Angkot: Kami Tidak Ingin Kekerasan

Rois Jajeli - detikNews
Bertemu Gubernur Jatim, Sopir Angkot: Kami Tidak Ingin Kekerasan
Surabaya - Meski menjerit karena penghasilannya tergerus angkutan online, sopir angkutan kota (angkot) di Kota Surabaya tidak akan aksi yang bisa berujung kekerasan.

Penasehat Komunitas Angkutan Kota Surabaya Edy Hasibuan menjanjikan jika para sopir angkot berkomitmen ingin tetap menjaga situasi keamanan di Kota Pahlawan dan tetap kondusif.

Baca Juga: Sikapi Angkutan Online, Sopir Angkot Surabaya Bertemu Gubernur

"Kita sebagai warga Surabaya harus konsisten menjaga Kota Surabaya. Harus tetap tenang, tidak boleh seperti di Tangerang. Itu tekad kita, makanya kita menolak unjuk rasa," kata Edy Hasibuan usai dialog dari hati ke hati di Gedung Negara Grahadi, Senin (20/3/2017) malam.

Hadir dalam pertemuan itu Gubernur Jatim Soekarwo alias Pakde Karwo, Kepala Dinas Perhubungan dan Lalu Lintas Angkutan Jalan Jatim Wahid Wahyudi, Kepala Dinas Perhubungan Kota Surabaya Irvan Wahyu Drajat, Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Muhammad Iqbal serta 300an sopir angkot.

"Tidak perlu unjuk rasa, wong Pakde mau menerima. Mau apalagi yang diunjukrasai," tambahnya.

Edy menambahkan, sopir angkot juga tidak ingin melakukan aksi yang bisa menimbulkan kerugian bagi pengemudi angkot maupun masyarakat.

"Kita musyawarahkan dan bijak dalam mengambil keputusan. Jadi kalau grubyak-grubyuk (berbondong-bondong) seperti di Tangerang kan nggak ada hasilnya. Semuanya jadi rugi," katanya.

Baca Juga: Kapolrestabes Surabaya Jamin Tak Ada Demo Angkot Hari ini

Ia mengatakan, tetap mengedepankan proses dialog dalam menyampaikan aspirasinya serta mematuhi hukum yang ada. Proses dialog akan terus dilakukan hingga regulasi yang diambil pemerintah memberikan rasa keadilan.

"Kita harus tetap memegang komitmen bahwa kita sebagai warga Surabaya harus taat kepada aturan. Soal nanti tidak memuaskan kita, kita akan dialog lagi," katanya.

Edy mengaku para sopir meski dihimpit persoalan ekonomi namun tetap berusaha untuk rasional dalam menyikapi persoalan yang tengah menderanya.

"Sekarang kalau misalnya kami mogok, itu kan menguntungkan (angkutan)online. Kalau kita tidak melayani penumpang, kita rugi. Berarti saya salah, bodoh saya," jelasnya.
(roi/ugik)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed