DetikNews
Senin 13 Maret 2017, 20:15 WIB

Polisi Ungkap Penyelundupan Benur Lobster Pakai Mobil Mewah

Ardian Fanani - detikNews
Polisi Ungkap Penyelundupan Benur Lobster Pakai Mobil Mewah Foto: Ardian Fanani
Banyuwangi - Satuan Polisi Perairan (Satpolair) Polres Banyuwangi menangkap pengepul benur lobster. Benur-benur yang diambil dari nelayan itu, sedianya akan dikirim ke pengepul besar di Kecamatan Genteng, selanjutnya akan dikirim ke luar kota.

Polisi mengamankan pelaku, Sapto Nugroho (25) warga Desa Grajagan, Kecamatan Purwoharjo Banyuwangi, saat akan menuju Genteng. Pelaku mengelabuhi petugas dengan membawa benur-benur tersebut dengan menggunakan mobil mewah.

"Sengaja kita buntuti. Dari Pantai Grajagan menuju Genteng. Kita tangkap di Karetan, Purwoharjo. Pelaku sengaja mengelabuhi petugas dengan membawa mobil mewah," ujar Kasatpolair Polres Banyuwangi, AKP Subandi kepada detikcom, Senin (13/3/2017).

Dari tangan pelaku polisi menyita barang bukti berupa 1.437 ekor benur lobster, HP Nokia dan satu unit mobil Honda HRV warna putih dengan plat nomer P 688 XB.

"Untuk benur yang berhasil diamankan langsung kita lepasliarkan. Sementara pelaku kita tahan dan kita periksa intensif," tambah Subandi.

Benur itu dikumpulkan pelaku dari sejumlah nelayan yang mangkal di Pantai Grajagan. Sembilan ekor merupakan benur jenis mutiara. Sedangkan 1.428 ekor lagi tergolong jenis benur pasir.

Di pasaran, benur mutiara bisa dibandrol Rp 45 ribu per ekor. Sementara benur pasir dihargai Rp 6 ribu per ekor. Apabila dihitung, dua jenis lobster itu bisa menghasilkan uang Rp 8.973.000 dengan catatan tidak satupun yang mati begitu sampai ke tangan pembeli.

Diakui Subandi, saat ini pihaknya sedang gencar-gencarnya memburu penyelundupan benur lobster di Banyuwangi. Saat ini pelaku semakin lihat saja untuk mengelabuhi petugas. Namun segala upaya dilakukan Satpolair Banyuwangi untuk menangkap pelaku, termasuk dengan melepasliarkan kembali benur-benur tersebut ke laut.

"Ini melanggar pasal 88 dan atau pasal 92 UU 45 th 2009 tentang perubahan UU 31 Tahun 2004 tentang perikanan. Hukumannya penjara 6 tahun dan denda Rp 1,5 miliar," pungkasnya.
(bdh/bdh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed