DetikNews
Sabtu 11 Maret 2017, 22:11 WIB

Kantongi Data Penting, Polisi Belum Bisa Ungkap Penembakan di Jember

Yakub Mulyono - detikNews
Kantongi Data Penting, Polisi Belum Bisa Ungkap Penembakan di Jember Kapolres Jember di lokasi kejadian/Foto: Istimewa
Jember - Setelah melakukan serangkaian proses penyelidikan, polisi mengantongi sejumlah data penting terkait penembakan Dedi, mahasiswa Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember.

Namun demi kelancaran upaya pengungkapan kasus tersebut, polisi belum bisa mengungkapkan ke publik.

"Data-data yang mengarah ke pengungkapan kasus sudah kita kantongi. Namun belum bisa kita ungkap ke publik. Ini demi kelancaran upaya kami agar kasus tersebut segera terungkap," kata Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo saat diperiksa kesehatannya di RS Jember Klinik PTPN X, Sabtu (11/3/2017).

Kusworo memang sedang sakit. Bahkan dokter yang memeriksanya sempat menyarankan agar menjalani rawat inap. Namun saran dokter diabaikan. Seharian, dia tetap memimpin anak buahnya dalam melakukan olah TKP dan melihat proses autopsi jenazah Dedi di kamar mayat RSD Subandi.

"Menurut dokter kena hepatitis dan disarankan rawat inap. Tapi sudahlah, jangan dibahas soal itu. Bagi saya yang utama kasus ini segera terungkap," katanya.

Selain memalksimalkan kinerja jajarannya, Kusworo juga berkoordinasi dengan polres lain untuk membantu pengungkapan kasus penembakan Dedi. "Utamanya dengan Polres Bondowoso. Karena kuat dugaan mobil Suzuki Swift yang ditumpangi penembak korban melaju ke arah Bondowoso," kata Kusworo.
(fat/fat)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed