Panwaslih Hentikan Laporan Bagi-bagi Uang Wali Kota Batu

Muhammad Aminudin - detikNews
Kamis, 16 Feb 2017 10:58 WIB
Foto: Rois Jajeli/File
Batu - Panwaslih Kota Batu menghentikan penanganan kasus laporan dari Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) Jawa Timur, yang menemukan indikasi pelanggaran pada masa kampanye.

Pelanggaran itu dilakukan oleh Wali Kota Batu Eddy Rumpoko dalam upayanya mendukung istrinya, Dewanti, yang maju dalam Pilwali Batu 2017.

"Karena tidak cukup bukti kasus tidak diteruskan," kata Ketua Panwaslih Salma Safitri kepada detikcom, Kamis (16/2/2017).

Salma menjelaskan, KIPP juga tidak bisa menghadirkan saksi kunci, yang disangka memberikan mukena dan uang. Kemudian dijadikan barang bukti sebagai pelengkap laporan ke Panwaslih.

"Yang memberikan mukena dan uang, yang dilaporkan sebagai barang bukti ke Panwas. Sampai tadi malam saksi ditunggu di kantor Panwas tidak hadir," tegas Salma.

Karenanya, lanjut Salma, hasil kajian kasus tidak memenuhi usur pelanggaran sebagaimana diatur Pasal 71 ayat (1) dan ayat (2) UU No 10 Tahun 2016. "Kesimpulannya, tidak cukup bukti. Kasus tidak diteruskan," sambungnya.

Panwaslih sudah memeriksa semua pihak yang terkait dengan laporan KIPP, termasuk Camat Aris Imam Yuwono.

Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) Jawa Timur menemukan adanya dugaan penyalahgunaan jabatan oleh Wali Kota Batu Eddy Rumpoko dalam kegiatan tatap muka warga Desa Giripurno, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, 6 Febuari 2017 lalu.

Wali Kota Batu Eddy Rumpoko, mengaku kegiatan yang dilakukan semuanya terbuka, tidak ada yang ditutupi. "Saya menyampaikan program, ajak masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya. Kalau ada pelanggaran disitu ada Panwas kok," ujar Eddy Rumpoko dikonfirmasi detikcom beberapa waktu lalu. (fat/fat)