detikNews
Jumat 10 Februari 2017, 09:13 WIB

Kapal Terombang-ambing Di Laut

Syahbandar Perak Klaim KM Mutiara Sentosa I Lalai Cadangkan BBM

Imam Wahyudiyanta - detikNews
Syahbandar Perak Klaim KM Mutiara Sentosa I Lalai Cadangkan BBM Foto: Ditpolair Polda Jatim
Surabaya - KM Mutiara Sentosa I sempat terombang-ambing di Perairan Madura lebih dari 24 jam karena kehabisan bahan bakar pada Jumat (3/2). Kesyahbandaran Kelas Utama Tanjung Perak telah menginvestigasi kejadian tersebut.

Hasil investigasi dilakukan dengan meminta keterangan awak KM Mutiara Sentosa I dan Atosim Lampung Pelayaran selaku agen pelayarannya. Hasilnya, pihak kapal lalai menyediakan bahan bakar cadangan. Dan cuaca buruk adalah penyebab bahan bakar utama cepat habis.

"Dari Balikpapan, KM Mutiara Sentosa I membawa BBM 45 ton. Itu adalah jatah BBM subsidi," ujar Kabid Penjagaan, Patroli dan Penyidikan Kesyahbandaran Kelas Utama Tanjung Perak Edi Sumarsono, Jumat (10/2/2017).

KM Mutiara Sentosa I merupakan bagian dari kapal tol laut sehingga mendapatkan subsidi BBM. Selanjutnya, KM Mutiara Sentosa I menambah tangkinya dengan 2 ton BBM non subsidi. Total BBM yang dibawa KM Mutiara Sentosa I adalah 47 ton plus sisa BBM yang ada di tangki atau jika diperkirakan sekitar 45-50 ton.

"Kami tak tahu pasti ada berapa BBM sisa di tangki," kata Edi.

Untuk menuju Surabaya dari Balikpapapn, lazimnya KM Mutiara Sentosa I menghabiskan sekitar 40-45 ton BBM. Dan kapal penumpang tersebut sudah mengisi tangkinya dengan jumlah BBM pada angka kelaziman tersebut. Namun cuaca buruk menyedot BBM dengn cepat karena kapal harus terus bergerak
kencang di tengah cuaca buruk.

Menurut Edi, yang tidak dilakukan pihak kapal, terutama Kepala kamar Mesin (KKM) adalah tidak menyediakan BBM cadangan. Padahal seharusnya wajib ada BBM cadangan sekitar 20-50% dari total kapasitas tangki kapal.

"Kapasitas tangki kapal 74 ton," lanjut Edi.
Kapal Terombang-ambingKapal Terombang-ambing Foto: Ditpolair Polda Jatim

Edi mengira bahwa pihak kapal tidak tahu jika cuaca di perairan yang mendekati Surabaya ternyata buruk. "Cuaca di setiap perairan kan berbeda-beda. Mungkin saat berangkat cuacanya bagus. Ternyata di perairan lain, cuacanya buruk sehingga BBM pun cepat terkuras habis," tambah Edi.

Persoalan BBM ternyata menjadi persoalan tersendiri saat proses investigasi. Pihak KM Mutiara Sentosa I menyebut bahwa jatah BBM subsidinya adalah 45 ton. Namun pihak Pertamina selaku penyalur BBM mengatakan jatah untuk KM Mutiara Sentosa I adalah 57 ton.

"Kapal Mutiara Sentosa 1 memang terdaftar sebagai kapal yang menggunakan BBM subsidi. Sesuai perhitungan, kuota BBM subsidi yang dapat disalurkan untuk KM Mutiara Sentosa 1 (jalur Balikpapan-Surabaya) adalah maksimal 57 KL (ton)," ujar Area Manager Communication and Relations Jatimbalinus Heppy Wulansari dalam pesan yang diterima detikcom.

Heppy menambahkan saat sebelum berangkat, perusahaan kapal hanya mengajukan permohonan pengisian sebanyak 45 ton karena kondisi di kapal masih ada BBM.

Pihak Pertamina pun menyalurkan sesuai permohonan, yaitu 45 ton. Ternyata kondisi di tengah laut terjadi cuaca buruk sehingga kapal harus jalan pelan pelan dan ini membutuhkan tenaga/BBM lebih banyak dari perkiraan. Kondisi inilah yang membuat Mutiara Sentosa kehabisan BBM di tengah laut. Namun akhirnya kapal dapat dievakuasi dengan dipasok BBM Non Subsidi dari agen Pertamina.

"Adapun perhitungan kuota BBM subsidi untuk kapal ditentukan per perjalanan melalui sistem dengan rumus yang sudah diketahui oleh BPH Migas dan berlaku untuk semua kapal yang menggunakan BBM subsidi," tandas Heppy.

Untuk keterangan dari Pertamina ini, Edi mengatakan bahwa bila itu benar, maka hal itu tidak sesuai dengan logika. "Secara logika itu ndak mungkin. Kenapa harus beli BBM yang non subsidi jika jatah BBM subsidinya masih banyak," kata Edi.

Edi menerangkan bahwa ada perbedaan jatah BBM subsidi untuk KM Mutiara Sentosa I. Untuk rute Balikpapan-Surabaya, kapal mendapat jatah BBM 45 ton. Namun untuk rute Surabaya-Balikpapan, maka jatah BBM nya adalah 39 ton.

"Saat berangkat dari Surabaya, kapal ini setidaknya mengisi lagi BBM 6 ton," sebut Edi.

Karena itu Edi mengaku sudah mengirim surat ke Pertamina untuk membicarakan tentang masalah BBM tersebut. Untuk sanksi, Edi mengatakan apa yang dialami KM Mutiara Sentosa I tidak memenuhi unsur kecelakaan. Karena itu sanksi yang diberikan hanyalah sebatas pembinaan dan teguran agar tak terjadi lagi kejadian itu.

"Unsur kecelakaan kan tenggelam, terbakar, kandas, dan tabrakan. Kejadian kemarin tidak memenuhi unsur itu," tandas Edi.
(iwd/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com