DetikNews
Jumat 20 Januari 2017, 09:19 WIB

Enam TKA Ilegal Terjaring Razia, Tiga Wanita Terapis asal Thailand

Rois Jajeli - detikNews
Enam TKA Ilegal Terjaring Razia, Tiga Wanita Terapis asal Thailand Foto: Rois Jajeli
Surabaya - Tim gabungan petugas dari imigrasi (Imigrasi Kelas I Tanjung Perak, Imigrasi Kelas I Khusus Surabaya dan Divisi Imigrasi Kanwil KemenkumHAM Jatim) menggelar razia tenaga kerja asing (TKA).

Hasil razia yang dilakukan Kamis malam hingga Jumat dinihari, petugas mengamankan enam warga negara asing. Diantaranya 3 wanita TKA Thailand, 2 TKA Mali dan TKA Afghanistan.

"Kami tim gabungan dari Divisi Imigrasi, Imigrasi Surabaya dan Imigrasi Tanjung Perak melaksanakan operasi pengawasan orang asung dengan sandi 'Bhumipura'," kata Kepala Divisi Imigrasi Kanwil Kemenkumham Jawa Timur Lucky Agung Binarto di kantor Imigrasi Kelas I Surabaya, Waru, Sidoarjo, Jumat (20/1/2017).

Ketiga tim gabungan bergerak dan berpencar ke wilayah Sidoarjo dan Kota Surabaya. Petugas mengamankan tiga wanita WN Thailand inisial MSC (32), MCC (31), MUC (35) yang bekerja sebagai terapis di sebuah tempat hiburan di kawasan Surabaya selatan.

"Ketiga warga negara Thailand ini diduga melakukan pelanggaran izin kunjungan," tutur Lucky yang didampingi Kepala Imigrasi Kelas I Surabaya Agus Wijaya, Kepala Imigrasi Kelas I Tanjung Perak Hasanudin.

Tim yang bergerak di Kabupaten Sidoarjo juga mengamankan tiga warga negara asing di tempat berbeda. Yakni, 2 TKA Mali inisial AK dan ET. Saat diamankan petugas, keduanya tidak bisa menunjukkan dokumen keimigrasian yang dimiliki.

"Keduanya mengaku sebagai pemain sepak bola yang sedang menunggu kontrak dari klub," tuturnya.

"Dari pengakuan yang bersangkutan, keduanya sudah overstay sejak Oktober Tahun 2014," ujarnya.

Sedangkan 1 TKA Afghanistan insial ZF (20) ini diamankan petugas saat sedang berkencan bersama seorang wanita dari Indonesia di sebuah supermarket di Sidoarjo.

"Warga negara Afghanistan ini diduga melakukan pelanggaran jam keluar dari community Puspa Agro," ujarnya.

Keenam WNA tersebut saat ini masih terus dilakukan pemeriksaan oleh petugas imigrasi Kelas I Surabaya.

"Kami masih melakukan pendalaman. Kalau ditemukan pelanggaran bisa dideportasi," tandasnya sambil menambahkan, mereka bisa mereka bisa dimasukkan ke dalam rumah detensi imigrasi (rudenim) Imigrasi Kelas I Surabaya.

Sementara Kepala Imigrasi Kelas I Surabaya Agus Wijaya menambahkan, untuk TKA Afghanistan adalah refugee yang dalam penanganan UNHCR.

"Refugee kan aturannya boleh keluar mulai dari pukul 09.00 WIB pagi sampai 7 malam. Dia kedapatan keluar malam sampai pukul 22.00 WIB. Nanti kita kembalikan lagi ke UNHCR," tambah Agus.
(roi/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed