DetikNews
Senin 19 Desember 2016, 17:22 WIB

Konsumsi BBM dan Elpiji Saat Natal dan Tahun Baru Meningkat 20 Persen

Zainal Effendi - detikNews
Konsumsi BBM dan Elpiji Saat Natal dan Tahun Baru Meningkat 20 Persen Foto: Grandyos Zafna/Ilustrasi
Surabaya - Pertamina Marketing Operation Region V memprediksi kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) dan elpiji selama Hari Natal dan Tahun Baru naik hingga 20 persen dari konsumsi normal. Untuk wilayah Jawa Timur stok BBM dan elpiji dalam kondisi aman.

Area Manager Communication & Relations Jatimbalinus Heppy Wulansari mengungkapkan beberapa produk yang diprediksi mengalami kenaikan adalah Pertalite sebesar 15%, dibanding kondisi normal sebesar 5.330 KL per hari.

"Kenaikan juga diprediksi terjadi pada konsumsi Pertamax sebesar 9% dan Premium sebesar 3%. Rata-rata konsumsi harian Premium adalah sebesar 3.908 KL per hari," kata Heppy dalam siaran pers yang diterima detikcom, Senin (19/12/2016).

Sedangkan untuk konsumsi Solar diperkirakan turun 1% dari rata-rata normal sebesar 5.571 KL per hari. Hal ini dikarenakan sejumlah aktivitas kendaraan berat yang berkurang.

Untuk elpiji 3 Kg diperkirakan mengalami kenaikan hingga 20% di atas rata-rata normal sebesar 86.244 MT, menjadi sekitar 103.637 MT. Kenaikan ini didorong oleh meningkatnya aktivitas memasak pada masa liburan tersebut.

Heppy memperkirakan kenaikan jumlah avtur di Bandara Juanda sekitar 33 persen dari konsumsi normal sebanyak 975 KL per hari menjadi 1.300 KL per hari.

Mengantisipasi kenaikan konsumsi Pertamina juga melakukan berbagai tindakan. Diantaranya, pembentukan Tim Satgas yang bertugas memantau kecukupan stok BBM, LPG dan Avtur, distribusi ke outlet penyalur hingga kehandalan sarfas yang diperlukan, melakukan Buffer Stock di Terminal BBM Utama (TBBM Tuban, TBBM Surabaya Group dan TBBM Tanjungwangi) serta menyiapkan Terminal BBM untuk operasional 24 jam jika diperlukan.

"Kami juga berkoordinasi dengan pihak terkait untuk pengamanan penyaluran BBM & elpiji serta menyiagakan SPBU penjual elpiji 3 Kg sebagai penyeimbang harga jual elpiji 3 Kg," ujar Heppy.

Pihaknya juga memprediksi peningkatan kebutuhan bbm yg tinggi adalah Bali dan NTT. "Di Bali terkait dengan liburan sehingga kunjungan dan kegiatan wisata meninggkat. Sedangkan di NTT karena terkait dengan perayaan Natal," tambah Heppy.
(ze/fat)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed