Salah Satu Korban Kanjeng Dimas Gentong Setor Cengkeh Hingga Rp 2 Miliar

Adhar Muttaqin - detikNews
Rabu, 14 Des 2016 21:27 WIB
Foto: Adhar Muttaqin
Trenggalek - Praktik penipuan bermodus penggandaan uang yang diduga dilakukan Kanjeng Dimas Gentong di Trenggalek berhasil mengelabuhi ratusan petani cengkeh. Bahkan salah satu korban telah menyetor cengkeh senilai Rp 2 miliar.

"Dari 200 lebih korban itu ada salah satunya yang terus menerus menyetorkan cengkeh hingga nilainya mencapai Rp 2 miliar," kata Kapolres Trenggalek, AKBP Donny Adityawarman, Rabu (14/12/2016).

Pihaknya menduga korban saat itu terlalu percaya dengan bujuk rayu para pelaku, sehingga tidak sadar terhadap penipuan yang dilakukan. Petani cengkeh tersebut baru tahu menjadi korban penipuan setelah uang hasil penjualan cengkeh dan penggandaan yang dijanjikan tersangka tidak kunjung diberikan.

Lebih lanjut mantan Kasat Narkoba Polrestabes Surabaya ini menjelaskan, untuk meyakinkan para korbannya, tersangka Kanjeng Dimas Gentong alias Hasani Suhartono dan para pengikutnya terus menerus mendekati korban dan menjanjikan hasil uang penjualan cengkeh akan berlipat ganda hingga 200 kali lipat.

"Jadi sistemnya, tersangka membeli cengkeh petani dengan harga Rp 150 ribu per Kg dari harga pasaran Rp 100 ribu per kg, kemudian nilai uang hasil penjualan itu 1/3 digunakan untuk mahar, sedangkan 2/3 sisanya dimasukkan ke dalam gentong goib untuk digandakan," ujarnya kepada wartawan.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Trenggalek, AKP Sumi Andana mengatakan, tersangka utama, Kanjeng Dimas Gentong dan dua pengikutnya telah bersekongkol untuk mengelabuhi para korbannya. Bahkan saat ditagih, tersangka masih bisa berkilah dan meyakinkan kembali para petani dan pedagang cengkeh yang korban.

"Ketika ada yang datang menagih, tersangka meyakinkan lagi bahwa uang yang digandakan belum berhasil, karena ritual atau doanya belum khusyuk sehingga harus diulangi lagi hingga berhasil," ujarnya.

Pria yang akrab disapa Andana ini menambahkan, dari hasil penyidikan yang dilakukan, seluruh korban merupakan petani cengkeh dan pedagang yang berada di Kabupaten Trenggalek. "Saat ini kami masih melakukan pengembangan, serta menunggu laporan dari para korban-korban yang lain," imbuhnya. (bdh/bdh)