detikNews
Selasa 29 November 2016, 12:45 WIB

Rencana Pengiriman 1.000 Katapel Melanggar Hukum? Ini Jawaban Polisi

Imam Wahyudiyanta - detikNews
Rencana Pengiriman 1.000 Katapel Melanggar Hukum? Ini Jawaban Polisi Foto: Imam Wahyudianta
Surabaya - 1.000 Katapel yang disita dari Jagir, Wonokromo atas pesanan Citra Romadhoni (38) masih diselidiki. Meski pemesan sudah menjelaskan jika barang itu akan dikirim ke Maros, Sulawesi Selatan namun polisi tak lantas begitu saja percaya.

Citra atau akrab disapa Tatra ini mengakui jika 1.000 katapel dipesan oleh saudaranya bernama Dedy di Maros untuk dijual kembali di daerahnya. Warga Rungkut ini sudah menyangkal jika 1000 katapel itu merupakan pesanan untuk aksi di Jakarta.

Baca Juga: Isi Pernyataan Pemilik 1000 Katapel ke Polisi: Bisa Diambil Bila Situasi Dirasa Aman

"Kami tak bisa menjelaskan ada dugaan dibawa ke Jakarta atau tidak," ujar Kasubbag Humas Polrestabes Surabaya Kompol Lily Djafar kepada wartawan, Selasa (29/11/2016).

Yang Lily tahu adalah bahwa katapel bisa juga digunakan sebagai alat untuk melukai orang. Karena itu polisi melakukan penyitaan sebagai tindakan atau upaya pencegahan preventif.

"Menurut keterangan pemesannya yang di Maros, katapel itu hendak dijual lagi," kata Lily.

Baca Juga: 1.000 Katapel Diamankan Polisi saat Akan dikirim ke Maros, Ini Pengakuan Pemilik

Tetapi polisi tetap menyita katapel tersebut karena si pemesan di Maros yang bernama Dedy juga belum bisa ke Surabaya untuk dimintai keterangan. Polisi membutuhkan keterangan Dedy, meski yang memesan katapel di Surabaya, Citra Romadhoni telah memberikan penjelasan.

Lily mengaku belum bisa menerapkan pasal terhadap kasus ini. Karena katapel bukan termasuk senjata api atau senjata tajam yang diatur dalam UU darurat tahun 1951.

"Tetapi katapel tetap kami sita," tandas Lily.

Baca Juga: 1.000 Katapel Akan Dikirim ke Maros Diamankan Polisi di Surabaya

Polisi pada Minggu (27/11/2016) mengamankan 1.000 katapel siap kirim dari rumah pembuatnya di Jalan Jagir, Wonokromo. Rencananya, katapel yang sudah dikemas itu hendak dikirim melalui kapal pada Senin (28/11/2016).
(ugik/ugik)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com