DetikNews
Kamis 10 November 2016, 15:55 WIB

Risma Bereaksi, Benahi Kumuhnya Monumen Hingga Koordinasi dengan Polisi

Zainal Effendi - detikNews
Risma Bereaksi, Benahi Kumuhnya Monumen Hingga Koordinasi dengan Polisi Foto: Zainal Effendi
FOKUS BERITA: Pahlawan Masa Kini
Surabaya - Wali Kota Tri Rismaharini langsung bereaksi terhadap kondisi terbaru keberadaan monumen patung perjuangan di Surabaya yang 'bermasalah'. Mulai lenyapnya plakat prasasti di Monumen Pertempuran 10 November hingga pos polisi yang dinilai menghalangi patung simbol perjuangan.

Di Monumen Pertempuran 10 November yang lokasinya di persimpang Jl Baliwerti dan Jalan Pahlawan ke Gemblongan itu kondisinya mengenaskan.
Patung di depan Gedung SiolaFoto: Zainal Effendi
Patung di depan Gedung Siola

Tak hanya plakat yang hilang, namun lokasi monumen patung perjuangan itu berdiri juga terkesan kumuh, tidak terawat. Simbol pertempuran di Alun-alun Contong juga terselimuti rimbunnya pepohonan.

Baca Juga: Simbol Pertempuran 10 November, Apa Kabar Monumen di Alun-alun Contong?

"Nanti kita ganti dan akan saya minta supaya merapikan pohon dan tanaman supaya tidak menutupi monumen," kata Risma saat ditemui di Balai Kota, Kamis (10/11/2016).
Monume di persimpangan Jl Baliwerti dan Jl PahlawanFoto: Imam Wahyudianta
Monume di persimpangan Jl Baliwerti dan Jl Pahlawan

Dalam kesempatan ini Risma juga mengklarifikasi bahwasannya di Alun-alun contong tidak pernah terjadi pertempuran pada 10 November 1945.

Namun cerita tentang Alun-alun Contong termasuk dalam bagian sejarah perkembangan Kota Surabaya.

"Tidak ada pertempuran di Alun-alun contong, tapi itu bagian dari sejarah Surabaya saat kerajaan," jelas Risma.

Justru kataRisma yang menjadi bagian sejarah adalah patung di depan GedungSiola dan monumen di Jalan Kombes MDuriyat.
Monumen di Jl Kombes M Duriyat terhalang pos polisiFoto: Zainal Effendi
Monumen di Jl Kombes M Duriyat terhalang pos polisi


Baca Juga: Bu Risma..., Monumen Patung Perjuangan Ini Terhalang Pos Polisi

Ia mengaku sudah berkoordinasi dengan kepolisian untuk menata pos polisi yang berdiri menghalangi monumen dari pandangan publik.

"Saya sudah ngomong ke kepolisian untuk menata pos polisi agar tidak menutupi patung dan monumen bersejarah sehingga bisa menjadi terlihat dan objek wisata sejarah," pungkasnya.
(ze/ugik)
FOKUS BERITA: Pahlawan Masa Kini
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed