DetikNews
Minggu 30 Oktober 2016, 15:19 WIB

OJK Jatim Beri Batas Pembentukan TPAKD Tiap Daerah Akhir Desember

Yakub Mulyono - detikNews
OJK Jatim Beri Batas Pembentukan TPAKD Tiap Daerah Akhir Desember Foto: Yakub Mulyono
Jember - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jawa Timur memberi batas pembentukan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD), paling lambat akhir Desember 2016 mendatang.

TPAKD merupakan tim yang tersusun dari pemerintah daerah, OJK, Bank Indonesia, Lembaga Jasa Keuangan dan juga pelaku usaha. Tujuan pembentukan TPAKD agar pelaku usaha mendapat kemudahan dalam mengakses pembiayaan. Dan hal itu akan berdampak positif pada peningkatan pertumbuhan ekonomi daerah, terutama sektor UMKM.

"Sementara ini sudah terbentuk TPAKD level Provinsi. Di Jawa Timur sudah terbentuk September 2016 lalu. Kami menargetkan setiap daerah di Jawa Timur yang ada OJK-nya, bisa membentuk TPAKD paling lambat akhir Desember 2016. Itu wajib!" tegas Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan I OJK Kantor Regional IV Surabaya, Dani Surya Sinaga, saat Expo Inklusi Keuangan Jember, Minggu (30/10/2016).

Menurut Dani, tingkat literasi (Pemahaman) keuangan masyarakat masih rendah. Oleh sebab itu diperlukan stimulus agar sektor UMKM daerah bisa meningkat.

"Saat ini literasi keuangan masyarakat terhadap bank masih sekitar 21,3 persen. Padahal di sisi lain, pendapatan masyarakat meningkat, mulai PDB (Product Domestic Bruto) tahun 2001 sekitar 707 USD, menjadi sekitar 3.500 USD pada tahun 2015," papar Dani.

Dia mendesak agar OJK setiap daerah di Jawa Timur termasuk di Jember terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat, agar literasi keuangan masyarakat meningkat.

"Ke depan, tugas pelaporan LJK (Lembaga Jasa Keuangan) kepada OJK juga bertambah. Kalau biasanya hanya melaporkan rencana dan realisasi deposit dan kredit, mereka akan diwajibkan melakukan kegiatan sosialisasi semacam ini dan melaporkannya pada OJK," tuturnya.

Sementara Kepala OJK Cabang Jember Aidil Chaidir menjelaskan, berdasarkan data, jumlah LJK yang tersebar di Jember, Lumajang, Bondowoso, Situbondo dan Banyuwangi cukup banyak.

"Ada 40 unit cabang Bank Umum Konvensional, 286 KCP, 205 kantor kas dan 25 kas keliling. Sementara untuk Bank Syariah ada 8 unit dan BPR sebanyak 53 unit dengan 2 di antaranya BPR Syariah," sebut Aidil.

Pihaknya menegaskan akan terus melakukan sosialisasi untuk meningkatkan literasi keuangan masyarakat melalui koordinasi dengan LJK di wilayah kerja OJK Jember.

"Salah satunya dengan kegiatan (expo) semacam ini. Dalam acara (Expo inklusi keuangan Jember) ini dihadiri sekitar 41 LJK se eks karesidenan Besuki. Kami berharap apa yang ditargetkan OJK pada tahun ini dapat tercapai sesuai dengan rencana," ujar Aidil.
(fat/fat)
ojk
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed