DetikNews
Rabu 26 Oktober 2016, 15:21 WIB

Di Bandung, Polres Banyuwangi Pamerkan 3 Inovasi Anti Kriminalitas dan Pungli

Masnurdiansyah - detikNews
Di Bandung, Polres Banyuwangi Pamerkan 3 Inovasi Anti Kriminalitas dan Pungli Foto: Masnurdiansyah/detikcom
Bandung - Polres Banyuwangi memiliki 3 inovasi yang menjadi unggulan dalam Forum Replikasi Inovasi Pelayanan Publik 2016 yang dilaksanakan di Kota Bandung.

"Kita memiliki 3 inovasi untuk pelayanan publik yang telah kita buat, yakni Chance Mindset, pelayanan publik berbasis internet, dan Banyuwangi Children Centre," ujar Kapolres Banyuwangi AKBP Budi Mulyanto saat ditemui di Gedung Pusdai Jawa Barat, Jalan Diponogoro, Kota Bandung, Rabu (26/10/2016).

Budi menjelaskan inovasi Chance Mindset dibuat atas dasar dari keprihatinan rusaknya sumber daya alam laut Banyuwangi, akibat bom ikan yang kerap digunakan oleh para nelayan. Tujuan inovasi ini adalah untuk mengubah pola pikir petugas kepolisian dalam menindak pelaku bom ikan.

Kapolres Banyuwangi AKBP Budi MulyantoFoto: Masnurdiansyah/detikcom
Kapolres Banyuwangi AKBP Budi Mulyanto

"Polisi menangkap penjahat itu prestasi. Tapi prestasi sebenarnya di atas segala prestasi adalah menyadarkan para pelaku kejahatan agar tidak melakukan perbuatannya lagi," tuturnya.

Kejahatan lingkungan hidup menurut Budi adalah sebuah siklus. Setelah ditangkap lalu diproses secara hukum hingga akhirnya dipenjara, saat bebas akan kembali melakukan kejahatannya yang sama. Pihaknya berinisiatif untuk merubah pola pikir para pelaku kejahatan ini untuk memiliki keahlian lainnya.

"Jadi kita ubah mindset mereka dari yang suka ngebom ikan, menjadi pemandu wisata, ahli senam, dan pembudidaya terumbu karang," jelasnya.

Inovasi pelayanan publik yang kedua dimiliki oleh Polres Banyuwangi adalah Children Centre. Budi mengungkapkan tingginya kejahatan seksual dan eksploitasi terhadap anak di Banyuwangi cukup memprihatinkan. Polres dan Pemda Banyuwangi membuat sebuah terobosan untuk mencegah hal ini agar tidak terjadi lagi.

"Anak-anak yang menjadi korban kejahatan secepat mungkin harus terlayani. Dipastikan penanganan itu akan cepat oleh pihak pemerintah dan kami. Hanya mengirimkan pesan singkat ke nomor 08213937444.Nama pelapor akan kita rahasiakan," kata dia.

Inovasi ini Budi mengklaim mampu menekan angka kejahatan dan pelecehan seksual di wilayahnya. Pada tahun 2015, Polres Banyuwangi menangani 102 kasus.

"Setelah ini diluncurkan pada bulan Mei lalu, angkanya turun drastis hanya 33 kasus saja. Karena mereka juga sudah ketakutan. Butuh 2 jam saja untuk kita mendapatkan klarifikasi dari korban," terangnya.

Budi menambahkan, yang terakhir adalah pelayanan publik berbasis online digital. Warga Banyuwangi yang merasa kehilangan barang baik itu dompet, STNK, KTP, atau barang berharga lainnya, bisa menggunakan layanan ini.

"Tinggal klik saja www.1clickresbanyuwangi.com. Saya ingin menunjukkan kalau kepolisian itu bisa memangkas birokrasi. Kemudahan IT memangkas ruang, jarak dan juga waktu," paparnya.

Polres Banyuwangi Pamerkan 3 Inovasi untuk Tekan Angka Kejahatan dan PungliFoto: Masnurdiansyah/detikcom

Dalam lama situs ini, terdapat beberapa pelayanan yakni e-Report untuk melaporkan segala macam kehilangan, e-SIM untuk mendaftar antrean perpanjangan SIM, e-BPKB untuk mengecek BPKB, e-SKCK pembuatan SKCK secara online.

"Live chat via aplikasi Whatsapp Samsat Banyuwangi dan Samsat Bencuuk. Jadi untuk pelayanan publik seperti ini kalau sudah online maka pungli bisa ditekan," pungkasnya.
(try/try)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed