DetikNews
Senin 20 Juni 2016, 13:41 WIB

Terlapor Pengadaan Alat Berat Mengklaim Pelapor Belum Menyelesaikan Kewajiban

Imam Wahyudiyanta - detikNews
Terlapor Pengadaan Alat Berat Mengklaim Pelapor Belum Menyelesaikan Kewajiban Suasana persidangan (Foto: Imam Wahyudiyanta)
Surabaya - Tan Paulin selaku terlapor dalam kasus pengadaan alat berat merasa keberatan dengan tuduhan dari pihak kuasa hukum Eunike Lenny Silas selaku pihak pelapor. Pauline merasa bahwa tuduhan tersebut mengabaikan fakta-fakta penting di dalamnya.

"Eunike Lenny Silas tidak pernah menyelesaikan seluruh kewajibannya dalam kerjasama tersebut," ujar kuasa hukum Pauline, Yudistira, dalam siaran pers yang diterima detikcom, Senin (20/6/2016).

Yudistira menerangkan, kerjasama pembelian alat berat dilakukan pada 17 Mei 2010. Lenny sepakat untuk melakukan kerjasama pembelian alat berat dengan modal dan keuntungan dibagi dua. Kerjasama pembelian dilakukan melalui PT United Tractors Indonesia (UTI) dengan menggunakan nama PT Sentosa Laju Energy (SLE), bukan nama perseorangan.

Dan realisasi pembayaran sebesar 80 % dilakukan oleh pihak Leasing yaitu PT ACC atas alat berat senilai USD 910.700. PT SLE telah membuka cek tunai kepada PT ACC sebagai jaminan pembayaran senilai Rp 8.481.104.368.

Dalam perjalanannya, Lenny tidak pernah menyelesaikan seluruh kewajibannya dalam kerjasama tersebut. Seharusnya Lenny menyetorkan dana ke PT SLE sebesar Rp 4.240.521.184. Namun dana itu tak disetorkan semua sehingga PT SLE terpaksa harus membayarkan kekurangan pembayaran Lenny sebesar Rp 3.324.925.840.

"Fakta bahwa Lenny tidak pernah memenuhi kewajiban pembayarannya seolah sengaja dikaburkan untuk mengesankan seolah-olah telah diselesaikan semua sehingga memiliki hak penuh terhadap pembagian hasil alat berat tersebut," lanjut Yudistira.

Yudistira menambahkan, pihak Lenny juga telah menyetujui penghentian leasing alat berat yang berkonsekuensi harus melunasi sisa kewajiban leasing yang tentunya didapat dari penjualan alat berat tersebut mengingat sampai dengan dihentikannya leasing. Lenny belum melaksanakan seluruh pembayaran kewajibanya sehingga terpaksa ditanggung oleh Paulin/PT SLE

Selain itu, lanjut Yudistira, pihak Lenny secara sepihak melalui surat pemberitahuan kepada Paulin menyatakan mengambil kembali (Retur) pembayaran sebagian alat berat tersebut untuk digunakan sebagai pembayaran utang interior Lenny kepada Paulin.

"Dari fakta tersebut jelas terlihat bahwa justru Paulin/PT SLE yang sangat dirugikan," tandas Yudistira.
(fat/iwd)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed