Kejaksaan Pelototi Rencana Penyelenggaraan 'Festival Band Pantai Kenjeran'

Budi Sugiharto - detikNews
Kamis, 12 Mei 2016 18:59 WIB
Reklame kegiatan yang terpasang berlogo DPRD Surabaya/Foto: Zainal Effendi
Surabaya - Rencana penyelenggaraan 'Festival Band Pantai Kenjeran' yang digelar Armuji mendapat perhatian dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya. Apakah kegiatan ini digelar secara pribadi atau sebagai Ketua DPRD Surabaya?

Kepala Kejari Surabaya Didik Farkhan mengingatkan agar penggunaan uang negara atau APBD harus dilakukan secara benar dan terencana.

"Penggunaan uang negara itu semua harus sesuai perencanaan," kata Didik saat dikonfirmasi detikcom, Kamis (12/5/2016) petang.

Tidak sekedar anggaran penyelenggaraannya yang harus trasparan, namun penggunaan anggaran iklan sebuah lembaga yang menggunakan uang negara juga harus sesuai aturan.

Jika acara itu pribadi tapi mendapat dukungan anggaran iklan dari APBD? "Coba nanti kita dalami," jawab Didik.

"Anggaran iklan itu untuk apa, untuk dewan kan, lembaga. Makanya apakah kegiatan itu atas nama lembaga apa atau lain, ya nanti didalami lah," tambah Didik yang asli Bojonegoro ini.

Kegiatan 'Festival Band Pantai Kenjeran' akan digelar sekaligus menyambut Hari Jadi ke 723 Kota Surabaya. Namun ada kejanggalan tentang penyelenggara acara tersebut.

Acara yang rencananya digelar di Tempat Hiburan Pantai Kenjeran pada Hari Sabtu (21/5/2016) akan menghadirkan bintang tamu Koes Plus dan makan ikan bakar bersama untuk masyarakat umum.

Saat ini promo event itu sudah dibisa dijumpai di media massa dan reklame. Salah satu reklame yang terpasang di Mgagel Selatan menginformasikan kegiatan tersebut dengan disertai foto Ketua DPRD Surabaya Armuji.

Dalam bidang reklame milik swasta ini, foto politisi PDI Perjuangan dengan mengenakan kaos hitam terlihat dominan. Tidak lupa di sudut kanan atas terpasang gambar logo resmi DPRD Surabaya.

Begitupula di salah satu koran terbitan Surabaya, iklan pariwara acara tersebut termuat setengah halaman. Dalam pariwara itu diulas tentang acara tersebut.

Ketua Panitia Pelaksana Festival Band Pantai Kenjeran Riswanto mengakui jika kegiatan yang digelar untuk menyambut ulang tahun Surabaya dilaksanakan oleh DPRD Surabaya.

"Ikan bakarnya beli di nelayan (Kecamatan Bulak), 2 ton ikan," katanya.

"Ini acara pokok-pokok pikiran anggota dewan," katanya. Digelar DPRD Surabaya? "Iyo,"jawabnya.

Namun anehnya meski sebagai ketua pelaksana, Riswanto yang juga anggota FPDIP DPRD Surabaya ini mengaku belum mengetahui sumber dana pelaksanaan kegiatan tersebut.

"Saat ini belum tahu dari Cak Ji (Armuji) yek opo iki," katanya melalui sambungan telepon, Kamis (12/5/2016) petang.

Saya belum tahu arahnya kemana acara ini. "Saya kan belum tahu ini arahnya nangdi iki, Armuji juga di luar kota, podo aku ya di luar kota. Paling Jumat baru merapat," kilahnya.

Namun, Riswanto menegaskan bahwa kegiatan tersebut adalah acara itu digelar dari pokok-pokok pikiran anggota DPRD.

Ia enggan mengomentari terkait reklame yang terpasang dengan berlambang logo DPRD Surabaya, termasuk iklan berita di media massa terkait kegiatan itu.

"Klarifikasi ke Cak Ji ae, Cak Ji kan sebagai penasihatnya," katanya.

Kegiatan tersebut semakin mengundang kejanggalan karena Sekretaris DPRD Kota Surabaya tidak mengetahuinya.

Cukup aneh, padahalĀ  iklan advetorial di media cetak dibiayai sekretariat dewan. "Kalau acara itu saya tidak tahu," kata Sekretaris DPRD Surabaya Hadi Siswanto saat dikonfirmasi detikcom.

Tapi Hadi mengakui iklan berjudul "Bangkitkan Wisata Surabaya, Dewan Gelar Festival Makan Ikan Bersama Koes Plus' tersebut resmi dikeluarkan dan menggunakan anggaran DPRD Surabaya alias APBD.

"Kalau advertorial itu menggunakan anggaran dewan. Kalau kegiatan itu saya tidak tahu, mungkin uang pribadi," jawab Hadi.

Ditanya lebih lanjut, apakah diperbolehkan kegiatan pribadi anggota dewan tapi publikasinya menggunakan anggaran DPRD?

"Saya tidak bisa jelaskan itu. Tentang kegiatan itu, beliau (Armuji) yang tahu," jawabnya.

Armuji yang berusaha dikonfirmasi tentang kejelasan panitia penyelenggaraan event tersebut belum bisa dihubungi. Pesan singkat maupun ditelepon hingga Pukul 18.46 Wib belum juga mendapat jawaban maupun balasan. (ugik/fat)