La Nyalla di Kasus TPPU Dana Hibah, Kejati Jatim: Kerugian Negara Rp 1,3 M

Rois Jajeli - detikNews
Jumat, 22 Apr 2016 17:11 WIB
Foto: Ilustrasi oleh Andhika Akbarayansyah
Surabaya - Kejati Jatim hari ini mengeluarkan surat perintah penyidikan (sprindik) kasus Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang diduga melibatkan La Nyalla Mattalitti. Dengan demikian, La Nyalla menjadi tersangka di dua kasus. Yakni dugaan korupsi dana hibah Kadin Jatim Rp 5,3 miliar dan TPPU senilai Rp 1,3 miliar.

Kepala Kejati Jatim Maruli Hutagalung mengatakan, penanganan perkara TPPU tidak harus menunggu penyelesaian perkara tindak pidana korupsinya.

"Ini kan perkembangan dari tindak pidana korupsi. Kalau ada tindak pidana pencucian uang, ya kita tindak, ya kita proses," jelas Maruli di di kantor Kejati Jatim, Jalan A Yani, Surabaya, Jumat (22/4/2016).

Kajati Jatim Maruli Hutagalung

Maruli menyebut, pihaknya suda memiliki alat bukti. "Kita sudah punya dua alat bukti. Kita akan terus mengumpulkan alat bukti. Nanti kita periksa lagi saksi-saksi dan ahli-ahli, maupun dokumen surat-suratnya," jelasnya.

"Yang jelas kerugiannya Rp 1,3 milliar. Nanti akan kita lihat bagaimana perkembangannya," tambahnya.

Sebelum menetapkan Ketua Kadin Jatim La Nyalla Mattalitti sebagai tersangka kasus dugaan TPPU dana hibah Kadin tahun anggaran 2011-2014 pada hari ini, penyidik tindak pidana khusus (Pidsus) Kejati Jatim terlebih dahulu menetapkan Nyalla sebagai tersangka kasus dugaan korupsi dana hibah kadin setelah kejati 'kalah' di praperadilan Pengadilan Negeri Surabaya pada 12 April 2016 lalu.

"Dua-duanya jalan. Tindak pidana korupsi dan tindak pidana pencucian uang juga jalan. Nanti berkasnya kita satukan," tuutp mantan Kepala Kejati Sumatera Utara ini.

(roi/try)