DetikNews
Rabu 16 Maret 2016, 19:34 WIB

Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah, La Nyalla: Saya Hormati Keputusan Kejati

Ikhwanul Khabibi - detikNews
Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah, La Nyalla: Saya Hormati Keputusan Kejati Foto: rengga sancaya
Jakarta - La Nyalla Matalitti tidak kaget dirinya ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi penggunaan dana hibah Pemprov Jatim untuk Kadin Jatim. La Nyalla pun mengaku menghormati keputusan Kejaksaan Tinggi Jatim yang menetapkannya sebagai tersangka.

"Nggak apa-apa biar saja, saya katakan Inalillahi wa inalillahi rojiun. Jelas saya hormati keputusan Kejati Jatim saya ditetapkan sebagai tersangka," kata La Nyalla saat dihubungi detikcom, Rabu (16/3/2016).

La Nyalla membenarkan bahwa saat dirinya menjabat sebagai Ketum Kadin Jatim 2012, ada pembelian IPO Bank Jatim senilai Rp 5,3 miliar. Namun Ketum PSSI itu mengaku tak tahu menahu bahwa uang yang digunakan untuk membeli IPO (pembelian saham perdana) Bank Jatim berasal dari dana hibah Pemprov Jatim.

"Ini kan sudah jelas, keputusan itu kasus tahun 2012. Yang saya tidak tahu menahu pembelian dana IPO Bank Jatim yang beli saudara Diar, tanpa sepengetahuan saya," jelasnya.

"IPO atas nama saya karena tidak boleh atas nama Kadin, begitu saya pulang dari luar, saya dilapori Diar kaget kenapa beli pakai dana hibah, seharusnya dana teman-teman Kadin belinya," tutur La Nyalla.

Mantan Ketum Kadin Jatim itu menegaskan bahwa setelah dirinya tahu uang yang digunakan untuk membeli IPO Bank Jatim berasal dari dana hibah Pemprov Jatim, La Nyalla langsung membuat surat utang. La Nyalla mengaku mengetahui kalau hal itu salah secara hukum.

"Saya langsung bikin surat pernyataan utang, supaya neraca berimbang. Saya tahu ini salah, saya menghubungi pengurus Kadin yang beli IPO itu langsung dikembalikan, sudah selesai 7 november 2012," tegasnya.

Kejaksaan Tinggi Jatim menetapkan La Nyalla Mataliti sebagai tersangka berdasarkan penetapan tersangka No.KEP-11/0.5/Fd.1/03/2016 tertanggal 16 Maret 2016. La Nyalla disangka telah menyalah gunakan wewenang sebagai Ketum Kadin Jatim dengan melakukan pembelian IPO Bank Jatim dengan menggunakan dana hibah Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur dari Pemprov Jatim sekitar Rp 5,3 milliar.

"Beli IPO atas nama pribadi dan uang pribadi tidak masalah. Ini atas nama pribadi tapi menggunakan dana hibah, kan nggak boleh," kata Kasi Penyidikan Pidsus Kejati Jatim, Dandeni Herdiana.


(Hbb/ndr)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed